Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»PERAWAT»Senyum dan Sikap Ramah Perawat Mendukung Kesembuhan Pasien
PERAWAT

Senyum dan Sikap Ramah Perawat Mendukung Kesembuhan Pasien

By Redaksi14 Agustus 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para alumni Unair di Kupang menggelar pertemuan dan kuliah umum di Graha PPNI NTT, Minggu (14/08)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Persatuan Perawat Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar temu alumni Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Selain pertemuan,  alumni itu memperoleh materi kuliah umum yang disampaikan salah satu dosen dari universitas.

Kegiatan itu berlangsung di Graha PPNI NTT, Naimata Kota Kupang, Minggu (14/08/2022) siang.

Kuliah umum itu berlangsung dengan tema “Konsep Psikoneuroimunologi dalam Praktik Keperawatan” dengan pemateri, Dr. Joni Haryanto, selaku penggagas kegiatan.

Joni menjelaskan, ilmu ini merupakan gabungan antara piskilogi, neurologi dan imunologi.

“Ini merupakan ilmu lama dan ditemukan pada pada zaman kenabian. Dia menyebut, terapi itu harus dilakukan agar lebih dekat dengan pasien dan juga untuk memberi penguatan. Keyakinan ini, harus diberikan,” jelasnya.

Joni juga mengatakan, penerapan ilmu tersebut tetap menyesuaikan dengan kondisi pasien itu sendiri.

Sisi lain, dia juga meminta agar perawat untuk mengelola kondisi tubuh ketika menghadapi pasien. Dia berpandangan bekerja dan berdoa untuk mengedepankan sikap profesionalisme.

“Ilmu yang mempelajari tentang hubungan kejiwaan dan psikologis seseorang yang dimasukkan dalam neuro transmiter atau sebuah sinyal yang mempengaruhi tekanan tubuh,” ujar dia.

Menurut Joni, perawat  harus mengetahui dan membantu imun pasien untuk membantu kesembuhan. Psikologi pasien akan sangat berpengaruh.

Karena saling keterkaitan, maka perawat harus memberi senyuman ramah, sentuhan dan pada akhirnya menjaga sistem ketahanan tubuh pasien tetap terjaga.

Dalam proses perkuliahan di Airlangga, demikian Joni, materi psikoneuroimunologi sendiri,  memang menjadi wajib diajarkan ke mahasiswa. Akan tetapi, kini menjadi materi pilihan.

Untuk itu, dia mengaku, para alumni yang belum mendapat materi ini harus disampaikan oleh para dosen dari kampus tersebut.

Karakter atau budaya perawat tiap daerah memang berbeda dan tentu bisa diterima. Namun, rasa yang diberikan kepada pasien pada suasana yang nyaman akan membantu kesembuhan pasien.

“Mood-nya kali tidak halus akan terasa oleh orang lain. Ini sebetulnya harus diubah. Kalau memang punya keinginan menjadi perawat maka dia harus care dan harus menunjukkan identitas perawat yang profesional harus melindungi pasien atau masyarakat umum,” jelas Joni.

Sementara itu, Ketua DPW PPNI NTT, Aemilianus Mau dalam kesempatan itu menjelaskan, kegiatan ini selain materi ada juga reuni dan agenda peningkatan kapasitas perawat.

Menurut dia, ini sejalan dengan program kerja bidang Diklat DPW PPNI NTT.

“Kita perlu peningkatan kapasitas perawat, dari D3 ke ners,” ujarnya.

Menurut Aemilianus,  PPNI NTT sendiri terus merekomendasikan para perawat di NTT untuk terus belajar di  Universitas Airlangga.

Dia menyampaikan ucapan terima kasih karena Unair terus mengakomodasi kepentingan yang direkomendasikan PPNI NTT itu.

Sedangkan terkait materi, menurutnya,  sangat penting. Dia menyebut, perawat yang memberi senyuman itu juga memberi dampak bagi pasien.

“Senyum itu memberi efek pada pola pikir dan menstimulasi sistem imun tubuh dalam tubuh. Dan sistem imun itu yang menyembuhkan dirinya sendiri,” kata dia

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

DPW PPNI NTT Kota Kupang PPNI
Previous ArticleMenteri Johnny Sebut Labuan Bajo Segera Menjadi Pariwisata Tingkat Premium dan Berskala Internasional
Next Article Terbitkan Sertifikat Atas Tanah Sengketa, BPN Kota Kupang Disoroti

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

Kuasa Hukum Gusty Pisdon Sebut Tak Ada Narasi Suap Jaksa dalam Putusan Tipikor Kupang

15 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.