Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gorong-gorong Ambruk, Jalan di Mendo Tidak Bisa Dilalui Kendaraan
Regional NTT

Gorong-gorong Ambruk, Jalan di Mendo Tidak Bisa Dilalui Kendaraan

By Redaksi22 Agustus 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gorong-gorong jalan dalam lingkungan Kampung Mendo, Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, sudah lama ambruk.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Gorong-gorong jalan dalam lingkungan Kampung Mendo, Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, sudah lama ambruk. Padahal jalan tersebut sudah dibangun lapisan penetrasi (lapen) macadam.

Jalan itu milik Pemerintah Kabupaten Manggarai dan dibangun saat kepemimpinan Bupati Deno Kamelus (almarhum) dan Wakil Bupati Viktor Madur.

Masyarakat di Desa Mendo terpaksa membuat titian kayu agar bisa melintas di jalan tersebut.

“Gorong-gorong ini sudah lama rusak parah, akibatnya lapen yang dibangun pemerintah sebelumnya tidak bisa digunakan. Lihat saja badan jalan yang sudah dilapen ini sudah tumbuh rumput, karena mobil sudah tidak bisa lewat,” ujar salah satu warga Mendo, Heliandri Onggal kepada VoxNtt.com, Senin (22/08/2022).

Heliandri berharap agar Pemerintah Kabutaten Manggarai kembali membangun gorong-gorong tersebut dengan kualitas yang baik.

“Saya berharap, agar pemerintah bangun ulang lagi kerowong ini, supaya jalan ini bisa digunakan lagi,  mkasihan sudah dibuat aspal baru tidak terpakai,” katanya.

Selain itu, menurut dia,  banyak warga Kampung Mendo saat membutuhkan mobil pengangkut barang atau bahan, namun tidak bisa melintasi jalan tersebut.

“Banyak warga terpaksa harus pikul barang berat, seperti bahan bangunan rumah dan lain-lain. Bulan lalu kami terpaksa  buat jembatan kayu, supaya bisa lewat mobil angkut semen, bata, pasir kayu dan lain-lain,”
kata Heliandri.

Ia juga berharap kalau ada dana aspirasi dari DPRD Manggarai, terlebih khusus dari Dapil Wae Ri’i-Rahong Utara, agar segera membangun gorong-gorong yang rusak itu.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

Desa Mendo Manggarai
Previous ArticlePenjabat Wali Kota Kupang Resmi Dilantik
Next Article Bertemu Warga Ndora Nagekeo, Stefanus Gandi: Kami Hadir Bawa Misi Kolaborasi

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.