Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Lepas 53 Grup Napak Tilas, Bupati TTU: Generasi Muda Perlu Mengetahui Sejarah
NTT NEWS

Lepas 53 Grup Napak Tilas, Bupati TTU: Generasi Muda Perlu Mengetahui Sejarah

By Redaksi20 September 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pose bersama Bupati TTU Juandi David dan Wabup Eusabius Binsasi bersama para kontingen sebelum pelepasan 53 Grup Napak Tilas dari Noetoko menuju Kota Kefamenanu, Selasa, 20 September 2022 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Bupati TTU Juandi David secara resmi melepas 53 Grup Napak Tilas dalam rangka memperingati HUT kota Kefamenanu ke 100, Selasa (19/09/2022).

Pelepasan 53 kontingen Napak Tilas itu dilakukan di Desa Noetoko, Kecamatan Miomafo Barat.

Data yang dihimpun media ini, pelepasan kontingen itu dihadiri oleh Wakil Bupati Eusabius Binsasi dan istri, pimpinan OPD lingkup Pemda TTU, Camat Miomafo Barat Serafinus Tefa, serta Kapolsek Miomafo Barat Ipda Putu Ediarta.

Pelepasan kontingen yang dilakukan dalam upacara yang  digelar pukul 09.00 Wita itu juga dihadiri oleh para kepala desa serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Informasi lainnya yang berhasil dihimpun media ini, rute yang akan ditempuh para kontingen Napak tilas tersebut terbagi dalam 2 etape.

Etape 1 yakni para peserta dilepas pada titik star di Desa Noetoko kemudian menuju Desa Oetulu-Batnes-Oeolo-Siman-Bisafe-kali Sunkaen-Nainaban-kali Sono-Buk dan kemudian bermalam di Desa Haumeni tepatnya di pusat paroki.

Keesokan paginya para peserta melanjutkan perjalanan dengan titik star desa Haumeni menuju ke Fatusuba-Faenake-Amol-Fatusene-Oe’Ekam kembali ke Fatusene-pasar tradisional Kuatnana menuju belakang Polsek Miomafo Timur dilanjutkan ke depan Kapela Nunpene-Kita-Sontoi-Koko-Pertigaan Bansone-Perempatan Dam Karet Benpasi-Matmanas-Depan SDLB-Belakang kantor bupati -Kenari-perempatan Polres-Pertigaan Bansone-Depan RSUD-perempatan Toko Sinar Karya-Asrama Polisi-Depan TK Bhayangkari dan finish di Gua Aplasi yang merupakan pusat kota Kefamenanu saat itu.

Bupati TTU Juandi David dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme kaum muda dalam mengikuti Napak tilas sejarah berdirinya kota Kefamenanu.

Menurutnya, kaum muda sangat perlu mengetahui tentang sejarah awal berdirinya Kota Kefamenanu.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti jalannya Napak Tilas dengan baik dan dapat tiba di tempat tujuan dengan selamat.

“Semoga dengan Napak Tilas ini rasa kecintaan akan Kota Kefamenanu semakin kuat dan memotivasi saudara-saudara untuk turut mengambil bagian dalam dan membangun Kota Kefamenanu,” tandas Bupati Juandi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten TTU Robertus Nahas dalam pembacaan laporan panitia menjelaskan Desa Noetoko memiliki sejarah besar dan merupakan tempat awal dan cikal bakal berdirinya Kota Kefamenanu.

Di Desa Noetoko, jelasnya, juga terdapat monumen berupa makam Belanda yang masih ada hingga saat ini.

Sehingga Napak Tilas yang digelar tersebut merupakan upaya Pemerintah Daerah TTU untuk tetap melestarikan budaya histori.

“Kegiatan Napak Tilas merupakan event penting untuk meningkatkan kesadaran kita untuk memperingati nilai budaya dalam merayakan HUT Kota Kefamenanu,” tutur Robertus.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

David Juandi Juandi David Kabupaten Timor Tengah Utara TTU
Previous ArticleIKMR Siapkan Dua Nama di Pilwakot Kupang
Next Article “Kalau Kita Masih Tunggu Pemerintah, Anak-anak Tidak Tertolong”

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.