Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bertemu Anak Muda Nagekeo, Stefanus Gandi Ajak Kerja Kolaborasi untuk Hidupkan Ekonomi
NTT NEWS

Bertemu Anak Muda Nagekeo, Stefanus Gandi Ajak Kerja Kolaborasi untuk Hidupkan Ekonomi

By Redaksi28 Oktober 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Stefanus Gandi Institut (SGI), Stefanus Gandi, saat berdiskusi di Bridge Academy Nagekeo yang berlokasi di Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Direktur Stefanus Gandi Institut (SGI), Stefanus Gandi, berkesempatan berbagi kisah kesuksesannya menjadi seorang pengusaha kepada para anak muda utusan dari 7 kecamatan di Kabupaten Nagekeo, Jumat (28/10/2022) siang.

Dalam diskusi yang berlangsung di Bridge Academy Nagekeo yang berlokasi di Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo tersebut, Stefanus menawarkan konsep kerja kolobarasi dalam membangun usaha demi meningkatkan ekonomi.

Stefanus mengaku melalui lembaganya SGI, ia sudah mengelilingi Pulau Flores dalam beragam kegiatan seperti literasi dan penguatan kapasitas bagi kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Di setiap kesempatan bertemu kelompok UMKM, ia selalu menawarkan kerja kolaboratif dan hindari kerja individu.

“Kalau kita kerja solo cenderung gagal. Tapi kalau kita kerja kolaborasi, maka besar kemungkinan usaha kita bisa berhasil,” ujar Stefanus.

Menurut dia, salah satu alasan mengapa kemampuan kolaborasi sangat penting dalam dunia saat ini adalah agar dapat belajar bersama dengan rekan kerja. Setiap kali berkolaborasi, maka akan mendapatkan pelajaran yang berharga dari masing-masing orang.

“Karena kalau kita tidak mulai dari kecil tentu yang besar tidak bisa berharap. Saya berharap anak-anak muda Nagekeo bisa buat gerakan bersama untuk kesejahteraan ekonomi. Ini bukan menawarkan pembiayaan, tapi konsep kolaborasi,” tandas Stefanus.

Senada dengan Stefanus, Pendiri laboratorium pertanian Bridge Academy Nagekeo Kasianus Sebo mengatakan, anak muda punya kemampuan intelektual. Karena itu, ia menganjurkan kemampuan intelektual tersebut haruslah punya makna bagi orang lain.

“Saya pikir kekuatan anak muda akan luar biasa. Tapi yang menjadi persoalan anak-anak muda kita sekarang malu untuk memulai usaha seperti berdagang dan menjadi petani dan peternak,” kata Kanisius. [VoN]

Bridge Academy Nagekeo Nagekeo Stefan Gandi Stefanus Gandi Stefanus Gandi Institut
Previous ArticleBerantas Stunting, Anak Muda Perlu Dibekali dengan Ilmu Pola Asuh Anak
Next Article Pileg 2024, PAN Nagekeo Target Raup Kursi di Semua Dapil

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.