Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kunker ke TTS, Ratu Wulla Bicara Tupoksi DPR hingga Stunting
NTT NEWS

Kunker ke TTS, Ratu Wulla Bicara Tupoksi DPR hingga Stunting

By Redaksi21 November 20224 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Komisi IX DPR RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla melakukan kunjungan kerja (kunker) di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Anggota Komisi IX DPR RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

Ratu Wulla didampingi sejumlah Tenaga Ahli, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Kristien Samiyati Pati, Anggota Komisi V DPRD NTT, Obed Naitboho, anggota DPRD TTS, Jason Benu, dan Kasubdit Advokasi dan KIE BKKBN NTT,  Solviana Saubaki.

Ratu Wulla melakukan kunjungan kerja sekaligus kampanye percepatan penurunan stunting di Desa Fatuat, Kecamatan Kot’olin, kabupaten Timor Tengah Selatan, Sabtu (19/11/2022).

Ratu Wula dalam kesempatan itu mengatakan, kehadirannya di Desa Fatuat untuk menemui dan menyerap aspirasi dari konstituen yang telah memilih dan mengantarnya duduk di DPR RI.

Lanjut Ratu, negara hadir untuk memenuhi  kepentingan seluruh masyarakat tanpa mengkotak-kotakkan.

“Pemerintah pusat sampai pemerintah daerah wajib mendengar dan menjawab aspirasi masyarakat yang disampaikan langsung atau melalui DPR, ” kata Ratu Wulla.

Ratu Wulla menjelaskan, DPR memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai legislator, penganggaran, dan pengawasan.

“DPR  memiliki tugas untuk membuat undang-undang sesuai aspirasi masyarakat. Kemudian ikut membahas anggaran, dan melakukan fungsi pengawasan agar seluruh kebijakan dan program pemerintah itu dapat berjalan lancar dengan baik, ” tegasnya.

Ratu Wulla menuturkan, komisi IX memiliki mitra kerja yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja, BKKBN, BPOM, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BP2MI.

“Kalau masyarakat mengalami masalah atau kendala di instansi tersebut yang merupakan mitra kerja komisi IX maka laporkan kepada saya agar kita meminta pemerintah selesaikan, ” katanya.

Ia mendorong pemerintah agar terus melakukan pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketenagakerjaan sehingga menjawab kebutuhan masyarakat khususnya di desa Fatuat.

“Persoalan tenaga kerja, kesehatan, pengawasan obat dan makanan itu menjadi tanggungjawab pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat, ” pungkasnya.

Ia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat desa Fatuat yang telah memilih menjadi DPR RI asal Dapil NTT II pada tahun 2019.

Dorong BKKBN Wujudkan Target Gubernur NTT Atasi Stunting 10 Persen

Pada kesempatan itu juga, Ratu Wulla mendorong Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTT bersama stakeholder tharus mewujudkan  target Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam penurunan stunting menjadi 10 persen.

Menurut Ratu Wulla, secara nasional pemerintah melalui Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN PASTI) menargetkan penurunan stunting hingga 14%, namun Gubernur NTT menargetkan lebih serius penurunan stunting hingga mencapai 10 % pada tahun 2024 .

Untuk itu, BKKBN harus menggandeng seluruh stakeholder terkait agar melakukan penanganan stunting yang serius melalui berbagai program kegiatan.

“Gubernur NTT menargetkan stunting di NTT harus turun menjadi 10 persen pada tahun 2024 mendatang, sehingga BKKBN bersama stakeholder terkait hingga tingkat pemerintah Desa termasuk masyarakat harus mewujudkan itu, ini target yang sangat baik dari Gubernur kita, ” kata Ratu Wulla.

Ratu Wulla menuturkan, salah satu program yang menjadi isu nasional dan fokus pemerintah untuk diselesaikan saat ini yaitu masalah stunting sehingga perlu penanganan yang cepat dan tepat.

Ratu mendorong BKKBN untuk menggandeng masyarakat  melakukan upaya percepatan penanganan stunting melalui berbagai program. Karena, stunting dapat menimbulkan generasi muda yang tidak sehat secara fisik maupun otak.

“1.000 hari setelah bayi dilahirkan harus diperhatikan pola makan dan pola asuh agar anak-anak tidak stunting, ” tegas Ratu.

Anggota DPR RI dari Dapil NTT II itu menegaskan bahwa penanganan stunting harus dan wajib dilaksanakan agar generasi muda yang dilahirkan merupakan generasi emas yang bakal memimpin Indonesia ke depan.

“Stunting bukan penyakit keturunan tetapi adalah masalah gizi sehingga wajib dilakukan perbaikan agar anak-anak tidak mengalami stunting, ” pintanya.

Kasubdit Advokasi dan KIE BKKBN NTT,  Solviana Saubaki mengatakan, kampanye percepatan penurunan stunting adalah wajib dilaksanakan agar masyarakat terlibat aktif dalam penanganan stunting.

Lanjut Solviana, BKKBN diberikan tanggungjawab oleh Presiden untuk memimpin penanganan stunting di Indonesia yang melibatkan berbagai pihak.

“Penanganan stunting yang dilaksanakan BKKBN tidak bisa sendiri, tetapi membutuhkan kerjasama dengan seluruh stakeholder, “cetus Solviana.

Ia berharap informasi yang disampaikan para pemateri bisa merubah mindset berpikir masyarakat agar terlibat aktif  mengatasi masalah stunting.

Kepala Desa Fatuat, Semri R.I Tualaka dalam sambutannya mengatakan,  Desa Fatuat berada di pelosok pulau Timor sehingga perlu bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.

Menurut dia, ada banyak persoalan di Desa Fatuat, baik itu infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan salah satunya adalah masalah stunting.

Ia menjelaskan, jumlah stunting di Desa Fatuat sebanyak 34 anak dan masih banyak ibu hamil yang tentunya perlu diedukasi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kami sehingga mengedukasi kami agar tahu bagaimana cara mengatasinya, ” kata dia. (VoN)

Ratu Ngadu Bonu Wulla Ratu Wulla Timor Tengah Selatan TTS
Previous ArticleTarif 3,7 Juta ke TN Komodo Dinilai Melanggar, Menteri LHK Surati Gubernur NTT
Next Article Nyssa Marialies Siagian, Putri Sekolah Dasar SLH Labuan Bajo Menangkan Kejuaraan Kids Game Programming Nasional 2022

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.