Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Diserang Hama, Petani di Matim Terancam Gagal Panen
NTT NEWS

Diserang Hama, Petani di Matim Terancam Gagal Panen

By Redaksi30 September 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto: MN/VoxNtt.com
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Bawang merah milik warga kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur diserang hama ulat yang mengakibatkan petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

H. Abdurahman Rowe kepada VoxNtt.com di Pota, Ibu Kota Kecamatan Sambi Rampas, Jumat (30/9) mengaku puluhan hektar  bawang merah miliknya yang berumur 50 hari atau siap panen, diserang hama ulat yang mengakibatkan petani terancam gagal panen.

“Hama ulat memakan daun  hingga isi bawang dalam tanah” pungkasnya.

Rowe yang memiliki  luas lahan kurang lebih  1/3 ha, mengaku tidak bisa berbuat banyak karena ulat-ulat tersebut menyerang bawang yang sebentar lagi dipanen. Padahal sudah banyak pengeluaran mulai dari pembelian bibit yang harganya mencapai 40.000 perkilogram hingga proses penanaman, pupuk dan masa panen.

Foto: MN/VoxNtt.com
Foto: Sarjudin, Camat Sambi Rampas

Dia berharap ada bantuan pemerintah dalam pengadaan bawang sebab sebagian besar petani di daerah itu menderita kerugian karena mengalami penurunan hingga 40 persen.

 

Sementara Camat Sambi Rampas Sarjudin, Jumat (30/9) di Pota mengatakan hal serupa. Menurutnya, serangan hama ulat membuat resah para petani.

“Dipastikan produksi bawang merah akan turun, bahkan gagal panen, sebab ulat menyerang tanaman bawang tidak hanya daun tetapi memakan isi bawang merah” jelasnya.

Camat Sarjudin mengaku hama ulat mulai menyerang tanaman bawang setelah terjadi hujan yang turun secara terus menerus satu minggu belakangan. Para  petani berusaha mengatasi masalah hama ulat dengan penyemprotan namun ulat lebih awal menyerang bawang merah.

“Tanaman bawang merah yang dimakan ulat membusuk lalu mati, para petani kesulitan memberantas hama yang begitu cepat memakan tanaman bawang merah” katanya. (MN/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleDemi Kemandirian Pangan, TNI Bersama Warga Buntal, Matim Cetak Sawah 300 Ha
Next Article Kopi dan Rindu (Ontologi Puisi Vety Putry)

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.