Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»DPRD TTU Minta Pemprov NTT Serius Perhatikan Nasib Guru Honor SMA dan SMK
Regional NTT

DPRD TTU Minta Pemprov NTT Serius Perhatikan Nasib Guru Honor SMA dan SMK

By Redaksi9 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Sikap Pemprov NTT yang terkesan lamban memperhatikan nasib ratusan guru honorer membuat anggota DPRD TTU dari Komisi C, Yasintus Lape Naif angkat bicara.

Yasintus ketika dimintai komentarnya mengungkapkan, terhitung 1 Januari 2017 kewenangan pengelolaan SMK dan SMK di TTU sudah dilimpahkan ke pemerintah provinsi (Pemprov) NTT. Karena itu, dia meminta agar nasib para guru honorer ini segera diperhatikan.

“Tenaga guru kontrak SMA/SMK kan sudah dialihkan ke pemprov, nah yang menjadi pertanyaan apa pendanaan masih menjadi tanggungan bersama antara Pemprov dan Pemkab, sehingga sampai sekarang gaji mereka tidak diberikan?,” tandas ketua PAC Partai Hanura Kabupaten TTU tersebut.

Terkait pembiayaan, kata DPRD dari Dapil TTU 2 tersebut, sudah sepenuhnya menjadi tanggungan Pemprov NTT. Sebab, semua aset SMA dan SMK sudah dialihkan ke provinsi.

Baca: Nasib Ratusan Guru Honorer SMA dan SMK di TTU Terkatung-Katung

Menurut dia, tidak ada alasan apapun bagi Pemprov NTT untuk tidak membayar upah. Jangan sampai karena persoalan upah guru kontrak ini, malah kepentingan anak murid yang dikorbankan.

Terkait SK tenaga kontrak guru honorer yang hingga kini belum diterbitkan, Yasintus meminta dengan hormat agar Pemprov NTT segera memperjelas yang menjadi hak dari para guru.

Anggota komisi C lainnya, Agustinus Talan mengungkapkan, sesuai hasil koordinasi beberapa waktu lalu, saat ini Pemprov NTT tengah melakukan pendataan ulang terkait nama-nama tenaga kontrak. Itu terutama bagi para guru yang beberapa waktu lalu dikontrak oleh Pemkab TTU.

“Orang kerja juga butuh makan, coba pejabat tidak dikasih gaji apa bisa bertahan untuk kerja juga? Jadi tolong Pemprov (NTT) segera terbitkan SK agar hak para guru honorer bisa segera diterima,” tegas politisi PAN tersebut. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticleNasib Ratusan Guru Honorer SMA dan SMK di TTU Terkatung-Katung
Next Article DPC Demokrat Sikka Siap Menangkan BKH di Pilgub NTT

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.