Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Polisi Tetapkan Dua Siswa SMK Matilda Nagekeo Sebagai Tersangka
Regional NTT

Polisi Tetapkan Dua Siswa SMK Matilda Nagekeo Sebagai Tersangka

By Redaksi10 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolsek Aesesa, Kabupaten Nagekeo, AKP Jamaludi saat bertemu media ini di Pos Pelayanan Polsek Aesesa-Mbay (Foto : Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Polsek Aesesa sudah menetapkan dua siswa SMK Santa Matilda Kabupaten Nagekeo sebagai tersangka.

A dan B, inisial dua siswa tersebut ditetapkan sebagai tersangka lantaran terlibat dalam aksi pengrusakan mobil Pajero Sport milik Yayasan Abraham Maumere pada Jumat, 6 April 2017 lalu.

Kapolsek Aesesa, Kompol Jamaluddin mengatakan, kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun A dan B tidak ditahan. Itu dilakukan polisi karena kedua siswa tersebut masih di bawah umur.

Jamaluddin menjelaskan, mobil milik Yayasan Abraham Maumere hancur setelah diserbu puluhan siswa SMK Santa Matilda pada Jumat sekitar pukul 11.00 Wita.

Dalam kejadian itu, tak hanya mobil milik Yayasan Abraham Maumere yang menjadi korban. Namun kaca sekolah, bengkel sekolah, serta mobil milik polisi juga ikut rusak.

Menurut Jamaluddin, kejadian itu bermula ketika Yayasan Abraham Maumere sedang melaksanakan acara serah terima kepala sekolah di aula kantor SMK Santa Matilda. Maria Pano diangkat menjadi kepala sekolah baru menggantikan Yustinus Karson Jogo.

Saat acara berlangsung, tiba-tiba puluhan siswa mengamuk dan melempar kaca sekolah dan melakukan pengrusakan bengkel di SMK Santa Matilda.

Para pegawai di sekolah itu juga jadi korban amukan sejumlah siswa tersebut.

“Kasus ini kita terus kembangkan, karena tidak mungkin (pelaku) hanya dua orang,” kata Jamaluddin.

Ia mengatakan, polisi juga tengah memeriksa saksi-saksi lain. Pengembangan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencari aktor dalam kasus pengrusakan mobil Pajero Sport tersebut.

Sementara itu, beberapa siswa yang tak mau nama mereka dimediakan Sabtu, 7 April 2017, mengatakan sebelum kejadian diduga ada guru berinisial R dan I juga ikut ambil bagian dalam aksi tersebut. Dua guru ini diduga memerintahkan para siswa untuk mengumpulkan batu dan kayu di seputaran kompleks sekolah. (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleWarga Oinlasi Adukan Kades Nomleny ke Kejaksaan
Next Article Cegah Pencemaran Lingkungan, Ayo Indonesia Produksi Pembalut Pakai Ulang

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.