Penulis: Redaksi

Oleh: Sirilus Aristo Mbombo Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang – NTT Kekerasan adalah wajah paling muram dari kegagalan manusia dalam mencintai. Ia muncul ketika kuasa mengambil alih nurani, ketika tubuh tak lagi dipandang sebagai rumah jiwa yang layak dihormati, tetapi sebagai objek kekuasaan, pelampiasan, bahkan pelukaan. Dalam konteks perempuan dan anak, kekerasan menjadi dosa struktural yang berulang, berlangsung diam-diam namun dalam, dan sering kali luput dari perhatian karena dibungkus rapi oleh tradisi, agama yang disalahpahami, atau oleh tatanan budaya yang bias. Secara hakikat, kekerasan bukan hanya tindakan fisik, tetapi segala bentuk dominasi yang menindas eksistensi orang lain…

Read More

Kajian Ilmu Komunikasi pada Peringatan Hari Komunikasi Sedunia 2025 Oleh: Dr. Jonas Klemens Gregorius Dori Gobang, S.Fil.,M.A. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa Buku Modul Pokok Kuliah Komunikasi Antarpribadi (Modul 1-9) yang ditulis oleh Dr. Jenny Ratna Suminar, M.Si telah memberikan inspirasi bagi saya untuk melihat secara khusus namun ringkas tentang relasi diri atau pribadi antara “Aku” dan “Yang Lain” (Yang Bukan Aku). Relasi ini secara filosofis disebut sebagai relasi intersubyektivitas. Artinya “Aku” dan “Yang Lain” saling mengada dan saling memaknai satu terhadap yang lain. Filsuf Reně Descartes (1596-1660) menyebut manusia sebagai mahkluk yang selalu berkomunikasi dan merasa “ada” sebagai…

Read More

Oleh: Pater Darmin Mbula, OFM Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Guru umat manusia adalah pelita nilai, yang menyalakan api Pancasila dalam hati generasi demi menjunjung martabat kemanusiaan. Ia bukan sekadar pengajar, tetapi penjaga nurani bangsa yang menabur benih cinta kasih dan persaudaraan di tengah keberagaman. Melalui keteladanan dan kebijaksanaan, guru membimbing umat manusia menuju peradaban yang berakar pada kasih, keadilan, dan kesatuan semesta. Nilai-nilai Pancasila adalah cahaya abadi yang membimbing setiap insan terpelajar, terdidik, tercinta, dan terhormat dalam menapaki jalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan semangat gotong royong, kemanusiaan, dan cinta tanah air, generasi penerus diarahkan untuk mewujudkan…

Read More

Mbay, VoxNTT.com – Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo dari Partai Perindo, Mbulang Lukas, memberikan peringatan serius kepada Pemerintah Daerah terkait pengelolaan aset daerah, khususnya aset berupa tanah yang hingga kini belum terinventarisasi dengan baik. Menurutnya, kelalaian ini berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Lukas menyebut bahwa sejumlah aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang tersebar di beberapa kecamatan belum tercatat dalam daftar inventaris resmi. “Terkait penataan dan inventarisasi aset tanah ini, memang sudah saatnya kita memanggil pemerintah untuk memberikan klarifikasi. Terutama terkait banyaknya aset hibah dari masyarakat adat yang belum tercatat,” ujar Lukas kepada wartawan,…

Read More

Borong, VoxNTT.com – Badan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) telah resmi terbentuk pada 179 Desa dan 17 Kelurahan. Pembentukan badan pengurus ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam melakukan pengembangan ekonomi di desa. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Timur, Fransiskus Petrus Sinta mengatakan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini baru dilakukan satu tahap, yakni sosialisasi umum, diikuti pembentukan badan pengurus yang didampingi dinas terkait. “Tinggal proses administrasinya saja dengan notaris. Namun ada beberapa desa juga sudah keluar akta notarisnya,” ujar Fransiskus, Sabtu, 31 Mei 2025. Ia mengatakan, Koperasi Merah…

Read More

(Sebuah catatan di hari lahirnya Pancasila dari Perspektif Sosiologi Agama) Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge Staf Pengajar di Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende. Warga Flores, Tinggal di Ende Pancasila bukan sekadar konstruksi hukum atau doktrin politik. Ia adalah roh yang menghidupkan peradaban bangsa, mengalir dalam denyut nadi masyarakat, menyatukan keberagaman dalam harmoni yang abadi. Sebagai falsafah yang lahir dari sejarah panjang perjuangan, Pancasila tidak hanya menjadi pilar kebangsaan, tetapi juga refleksi dari nilai-nilai spiritual yang telah lama berakar dalam kesadaran kolektif rakyat Indonesia. Ia adalah nyala api yang menerangi jalan, mengajarkan kebersamaan, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemisah.…

Read More

Oleh: Florentina Ina Wai Staf Publikasi dan Jurnal Ilmiah STIPAR Ende Tanggal 1 Juni menjadi tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia, menandai kelahiran Pancasila sebagai dasar negara yang menyatukan keberagaman dalam harmoni. Lebih dari sekadar pedoman hukum, Pancasila adalah nilai fundamental yang menghidupi seluruh sendi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam perayaan Hari Lahir Pancasila, refleksi atas nilai-nilai kebangsaan menjadi momentum untuk menginternalisasi dan menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia wirausaha. Di era ketidakpastian global, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan berwirausaha yang berorientasi pada kesejahteraan bersama. Sebagai sumber daya manusia yang menjadi motor…

Read More

Oleh: Pater Darmin Mbula, OFM Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Untuk mewujudkan pendidikan tanpa bayar bagi semua anak bangsa sejak usia dini dan dasar, dibutuhkan komitmen politik anggaran yang kuat dan konsisten dari seluruh pemangku kebijakan. Komitmen ini mencerminkan kesadaran bahwa pendidikan adalah hak dasar warga negara dan investasi jangka panjang paling strategis dalam membangun peradaban bangsa yang maju, bebas, adil, dan damai abadi. Tanpa keberpihakan politik yang tegas dalam alokasi anggaran negara, akses pendidikan yang merata dan berkualitas sulit dicapai, terutama bagi kelompok marjinal. Pendidikan tanpa bayar yang inklusif sejak dini akan menjadi fondasi utama terciptanya sumber…

Read More

Ruteng, VoxNTT.com – Program “quick wins” andalan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai yang digadang-gadang bakal menyulap wajah pasar dalam 100 hari pertama justru menuai kritik pedas. Penataan Pasar Inpres Ruteng dan pemanfaatan Pasar Puni dinilai ‘gagal total’. Bahkan, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng menyebut ruko-ruko di pasar justru jadi tempat penginapan ilegal yang merugikan daerah. Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Cabang Ruteng, Heraklitus Efridus, menyampaikan langsung hasil evaluasi tersebut. Menurutnya, penataan yang sempat dilakukan di Pasar Inpres Ruteng hanya bertahan seumur jagung. “Pasca-penataan, kondisinya kembali kacau. Pedagang kaki lima memadati trotoar, parkir liar di mana-mana, lalu lintas…

Read More

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Sejumlah warga pemilik lahan di Kenari, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, mempertanyakan kejelasan pembayaran ganti rugi atas lahan mereka yang telah diserahkan untuk pembangunan Embung Anak Munting, sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terletak di jalur utama menuju Golo Mori. Lahan warga tersebut digunakan sejak tahun 2022 untuk pembangunan embung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui PT Brantas Abipraya sebagai kontraktor pelaksana. Namun hingga kini, ganti rugi belum sepenuhnya dibayarkan oleh pemerintah pusat. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat, Sewargading S.J. Putera, menyatakan keprihatinan dan mempertanyakan tanggung jawab dua…

Read More