Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Jokowi: Nilai Ke-Indonesia-an Hilang di Dunia Maya
NASIONAL

Jokowi: Nilai Ke-Indonesia-an Hilang di Dunia Maya

By Redaksi19 September 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Jokowi (Foto: blokbojonegoro.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNtt.com-Hingga tahun 2016, jumlah pengguna facebook di Indonesia terus meningkat. Sampai saat ini tercatat pengguna aktif  sebanyak 60,3 Juta orang dari jumlah populasi 253,6 juta jiwa. Namun meningkatnya penggiat dunia maya ini justru menimbulkan keresahan terkait hilangnya identitas, karekter, dan nilai keindonesian.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri acara resepsi syukuran peringatan 90 tahun Pondok Modern Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Senin (19/09/2016).

“Kalau kita lihat di media sosial, twitter, instagram, komentar-komentar di media online, saling menghujat, merendahkan orang lain, saling mengolok. Apakah itu nilai Islami Indonesia?,” kata Jokowi

Presiden meminta nilai-nilai itulah yang harus menjadi perhatian khusus semua pihak, utamanya dari kiai dari pondok-pondok di seluruh Indonesia.

Jokowi mengungkapkan sikap saling menjelekkan, mencela, merendahkan, menghina, mengolok tidak terlihat pada 40-50 tahun lalu.

“Bapak ibu silakan melihat medsos kita, begitu nilai-nilai yang saya sampaikan tadi kelihatannya sudah mulai hilang. Dan kita belum kita bicara nilai-nilai kerja keras, optimisme, perjuangan,” katanya seperti dikutip Antaranews.com (19/09).

Presiden mengungkapkan rasa kesedihannya terhadap perilaku anak bangsa yang sering tercermin dalam media sosial dan komentar berita online. (Von)

Previous ArticleIroni Kota Ramah Anak
Next Article Dari Lalamentik Sampai ke Frans Lebu Raya

Related Posts

Stafsus Menteri HAM: Wartawan Hukum Mitra Strategis Penegakan HAM

2 Agustus 2026

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Pemuda Katolik dan Nakes RSKD Jiwa Naimata Bidik Wilayah Terisolir Dampak Gempa Flores

6 September 2026

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.