Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Hati-Hati Musim La Nina Berdampak Buruk Pada Kualitas Kopi
Ekbis

Hati-Hati Musim La Nina Berdampak Buruk Pada Kualitas Kopi

By Redaksi27 September 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto:beritasatu.com
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

VoxNtt.com-Musim lanina akan berdampak buruk pada kualitas kopi pada dataran rendah dan tinggi. Hal ini dikemukakan Asosiasi Exportir Kopi Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Senin, 08/09/2016.

“Kalau El Nino berdampak buruk bagi kopi yang ditanam di dataran rendah, untuk La Nina ini berdampak buruk bagi kopi di dataran rendah maupun tinggi,” kata Wakil Ketua AEKI Jawa Tengah, Mulyono Susilo kepada antaranews.com.

Dikatakan, pada saat musim El Nino di mana terjadi kemarau berkepanjangan, kopi yang berada di dataran tinggi akan tetap berproduksi dengan baik karena terbantu embun.

Hal ini jelasnya, berbeda dengan kopi di dataran rendah akan kekurangan pasokan air sehingga proses pembuahan tidak berjalan secara optimal.

“Sedangkan pada La Nina, intensitas hujan terjadi sangat sering, padahal tanaman kopi tidak dapat terkena air terlalu banyak. Kondisi ini menyerang seluruh tanaman kopi di dataran tinggi maupun rendah,” katanya.

Meski demikian, saat ini dampak dari La Nina belum terasa mengingat untuk tanaman kopi pengaruh musim baru dapat dirasakan satu tahun kemudian di mana panen mulai dilakukan. (VoN)

Previous ArticleProduk Makanan Organik Peluang Ekspor ke Amerika
Next Article Ini Formasi CPNS Yang Disetujui Jokowi

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.