Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»PMKRI Sebut Petinggi Kejati Terlibat Kasus Jual Aset Negara
MAHASISWA

PMKRI Sebut Petinggi Kejati Terlibat Kasus Jual Aset Negara

By Redaksi27 September 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Ratusan masa aksi yang terhimpun dalam Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Kupang melakukan aksi demonstrasi di kantor Kejati NTT, Selasa, 27/09/2016.

PMKRI menuding beberapa oknum petinggi pada Kejati NTT terlibat dalam kasus penjualan aset negara milik PT Sagaret. Mereka juga mendesak Kajati NTT agar tidak tebang pilih memproses hukum bawahannya yang terbukti terlibat.

“Kami meminta Kejagung mencopot Kajati NTT karena gagal membarantas mafia korupsi di NTT. Dalam kasus ini, masih ada oknum petinggi Kejati NTT terlibat namun didiamkan,” tegas Kristoforus Mbora, Ketua Presidium PMKRI saat berorasi.

Mbora mengungkap ada dugaan salah satu petinggi Kejati NTT yakni GK  dengan jabatan Asisten Pidana Khusus di Kejati NTT.

Sementara Kajati NTT John W. Purba membantah jika dirinya melindungi bawahannya yang terlibat dalam kasus itu.

“Sesuai hasil penyidikan, Jaksa GK tidak terlibat. Memang benar GK terima uang sepuluh juta dari Junaedi Watang (anak dari terdakwa Paulus Watang) tetapi GK kembalikan lagi uang itu tetapi tdak diterima Paulus Watang bahkan Paulus menjebak GK dengan memvideokan pertemuan GK dengan Paulus saat pengembalian uang,” kata Purba.

Ia menambahkan, surat perintah dari dirinya untuk menarik aset milik PT Sagaret berdasarkan hasil putusan PN Jakarta Selatan yang telah memvonis pemilik PT Sagaret bersalah sehingga aset PT Sagaret segera dirampas sebagai aset negara. Namun, surat perintah itu disalahgunakan oleh mantan jaksa Djami Roku Lede yang menjual sebagian aset negara ke Paulus Watang, Yohanes Haming dan Herdian. (VoN)

 

Kota Kupang
Previous ArticleGmnI Kupang Desak Gubernur Dan DPRD NTT Tuntaskan Masalah Agraria
Next Article Kasus Kopi Mirna Edisi ke-26, Warga Oebobo, Kota Kupang Makin Penasaran

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.