Foto: penjemputan MDT di Alor
alterntif text

Alor, VoxNtt.com-Kunjungan bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome (MDT) di kota Kenari, kabupaten Alor, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) disambut meriah oleh warga setempat, Sabtu (15/10).

Semarak penyambutan itu tak hanya terjadi di bandar udara Mali-Kalabahi tetapi juga ketika berada di kompleks rumah raja pertama Alor “Uma Pusung Rubung” tepatnya Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) sekitar pukul 13.30 Wita.

“Pak Marthen selamat datang di rumah raja pertama Alor, jadi bapak,  ini rumah raja pertama Alor disini”, Kata Sulaiman Tulimau, salah satu tokoh masyarakat di sana.

Dalam sambutannya Dira Tome menyampaikan tujuan kehadiran dirinya di kabupaten Alor yakni untuk mempromosikan hasil dari berbagai terobosan nyata yang ia lakukan selama menjadi bupati Sabu Raijua.

Adapun hasil kerja Dira Tome seperti tambak garam, pabrik garam Nataga, pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Oasa, dan pabrik rumput laut.

Dalam kesempatan itu ia juga mempresentasikan apa yang telah dibuat di Sabu Raijua dalam kurun waktu lima tahun dimana kehadiran pabrik lokal ini mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan di kabupaten sejuta lontar itu.

Dia juga bercerita bagaimana sulitnya kondisi di Sabu Raijua hingga menemukan potensi yang tersembunyi selama ini.

“Tuhan menciptakan setiap pulau dengan potensinya masing-masing, tugas pemerintah bagaimana menemukan sidik jari Tuhan lewat potensi yang tersembunyi kemudian diolah untuk kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Menurut MDT, jika Sabu Raijua bisa, harusnya Alor dengan potensi sumber daya alam yang melimpah lebih sejahtera dari sisi ekonomi.

“Kita membuka lahan tambak dan pabrik bukan hanya untuk memperoleh uang tapi bagaimana kita menciptakan lapangan kerja bagi generasi kita sehingga mereka tidak memilih pergi mengais rupiah di negeri orang” jelas MDT yang sekarang digadang-gadang menuju NTT satu pada tahun 2018 mendatang.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah sebagai abdi bagi rakyat harus memiliki seribu langkah bagaimana mencegah kemiskinan yang terus mencengkram kehidupan masyarakat yang dipimpinnya. (VM/VoN)