Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lima Jembatan Mangkrak di Jalur Ruteng-Bajawa
Regional NTT

Lima Jembatan Mangkrak di Jalur Ruteng-Bajawa

By Redaksi17 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illusatrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com– Di jalan Negara Trans Flores dari Ruteng menuju Bajawa terdapat lima jembatan mangkrak.

Kelima jembatan besar tersebut dikerjakan tahun 2015 lalu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hingga kini tak bisa digunakan lantaran kontraktor pelaksana tidak menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.

Eben Adam, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 10 ruas jalan nasional wilayah III Ruteng-Bajawa mengaku, pihaknya sudah memutuskan kontrak kerja terhadap kontraktor pelaksana yang lalai dalam pekerjaan kelima jembatan itu.

Dia menjelaskan, total anggaran proyek pembangunan jembatan yang dilaksanakan tahun anggaran 2015 lalu itu mencapai belasan miliar rupiah.

Kelimanya, antara lain, jembatan Wae Lerang, jembatan Wae Sepang, jembatan Wae Tegel, jembatan Wae Pong I, dan jembatan Wae Pong
II.

“Totalnya ada delapan jembatan, namun hanya tiga yang mampu diselesaikan oleh pelaksana. Sisanya dinyatakan putus kontrak dan
mangkrak sampai saat ini,” kata Eben kepada wartawan belum lama ini.

Eben mengungkapkan, ketiga jembatan yang dinyatakan selesai kerja tahun 2015 antara lain, jembatan Wae Rongket, Wae Jobang, dan Wae Pong III.

Sementara lima jembatan lain tidak selesai dikerjakan sehingga tidak bisa berfungsi untuk lalu lintas kendaraan pada ruas jalan dari ibu kota kabupaten Manggarai menuju ibu kota kabupaten Ngada tersebut.

“Jembatan tersebut memang konstruksi utamanya sudah selesai dikerjakan namun jalan peghubung dan oprit belum sama sekali,” katanya.

“Jalan penghubung dan oprit belum sama sekali sehingga tidak bisa digunakan,” tambah Eben.

Sebetulnya, kata dia, jika ada anggaran maka akan bisa dilanjutkan di tahun 2016 ini. Namun tahun ini belum ada anggaran pembangunan jalan tersebut.

Eben menambahkan untuk melanjutkan pengerjaan kelima jembatan yang telah mangkrak tersebut, pihaknya masih mengusulkan untuk tahun 2017 mendatang. (AA/VoN)

Manggarai
Previous ArticleRatusan Kontainer Masuk ke Pelabuhan Labuan Bajo, Arus Barang ke Luar Minim
Next Article (Video) Festival Jazz Maumere

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.