Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Temu Kebangsaan Orang Muda Lawan Perpecahan Dengan Parade Budaya
NASIONAL

Temu Kebangsaan Orang Muda Lawan Perpecahan Dengan Parade Budaya

By Redaksi14 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNtt.com-Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) dan alumni TEMBANG 2015 (Temu Kebangsaan Orang Muda) menggelar pawai budaya Nusantara di Jakarta.

Mereka mengenakan pakaian merah-putih sebagai identitas kesatuan Indonesia, membawa alat-alat musik tradisoonal dan modern, atribut yang menggambarkan NKRI serta berbagai tulisan yang menyemangati kecintaan terhadap bangsa Indonesia.

Acara yang mempertunjukkan berbagai tarian adat nusantara yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini berlangsung di Jl. Jendral Sudirman (Depan Menara BNI) Jakarta Pusat, Pukul 06.00-11.00, pada Minggu (13/11).

Pertunjukan ini bermaksud untuk mengingatkan kembali kepada saudara sebangsa bahwa negara Indonesia menghargai budaya nusantara yang berbeda tapi tetap satu dalam bingkai kebhinekaan Indonesia.

Perwakilan dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Luciana Dita, kepada VoxNtt, mengatakan wujud nilai keberagaman itu dinyatakan dengan mencintai tanah air dan tidak melakukan upaya untuk memecah-belah NKRI yang sudah dikenal sebagai negara demokratis, mengharagi perbedaan dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

Kegiatan yang bertema “Optimisme Indonesia Untuk Dunia” ini yang didukung oleh LDNU (Lembaga Dakwah NU), PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), Komisi Kepemudaan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia), AKUR (Adat Karuhun Urang), Gusdurian, Maarif Institute, FMKI (Forum Masyarakat Khatolik Indonesia), JAI (Jamaah Ahmadiyah Indonesia), PA GMNI (Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dan  ICRP (Indonesian Conference in Religion and Peace). (Ervan Tou/VoN)

 

 

Previous ArticleMUI Kutuk Pelaku Bom Molotov di Gereja Oikumene Samarinda
Next Article Kades Golo Lajang Mabar Diduga Tilep Dana Desa

Related Posts

Stafsus Menteri HAM: Wartawan Hukum Mitra Strategis Penegakan HAM

2 Agustus 2026

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.