Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jasad Korban Tenggelam di Cunca Lega Belum Ditemukan, Ini Kendala Tim SAR
Regional NTT

Jasad Korban Tenggelam di Cunca Lega Belum Ditemukan, Ini Kendala Tim SAR

By Redaksi15 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com– Proses pencarian jasad korban tenggelam di Cunca Lega, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai-Flores sudah dilakukan selama dua hari oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Labuan Bajo.

Hasil pencarian jasad Anggelius Tifano Leumatawua (16), siswa kelas 1 SMK Karya Ruteng ini hingga Selasa (15/11/2016), masih berbuntut nihil.

Ditemui di lokasi pencarian Edi Suryono, kordinator Pos SAR Manggarai mengaku, pihaknya menemukan sejumlah kendala untuk menemukan jasad remaja asal Woang, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong itu.

Ia menjelaskan, pencarian di Cunca Leda merupakan yang terberat dalam pengalaman pencarian jasad selama ini.

Kata Edi, curah hujan yang cukup tinggi yang menyulitkan tim SAR menemukan jasad korban. Apalagi lantaran hujan terus melanda di seputar salah satu tempat pariwisata di Manggarai itu menyebabkan air semakin keruh hingga menyebabkan jarak pandang ke dasar kolam semakin kabur.

“Kami juga kesulitan karena tempat ini sempit yang diapiti batu-batu besar di kelilingnya. Medan juga cukup terjal,” terang Edi.

Dia mengatakan, proses pencarian hari ini dimulai pukul 06.00 Wita. Tim melakukan pencarian dengan menyelam ke dasar sungai mulai dari sudut timur, sudut barat, hingga di bagian utara air terjun itu.

Pantauan VoxNtt.com, dalam pencarian hari ini tim SAR terpaksa berhenti sekitar pukul 15.00 Wita lantaran air semakin besar.

Edi berencana akan menambah pasukan tim SAR jika dalam pencarian esok, Rabu (16/11) jasad Anggelinus belum juga ditemukan.

Terpisah Angglus Angkat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai kepada media ini di lokasi pencarian mengaku, pihaknya membantu 100 kg beras dan makanan siap saji.

Beras dan makanan siap saji itu diberikan di rumah duka di Woang Ruteng dan di posko pencarian yang berlokasi di Kampung Tebo-Rahong Utara.

“Untuk beskem (base camp) di sini (Kampung Tebo) kita backup makan minum,” kata Angglus. (AA/VoN)

Foto feuter: Proses pencarian jasad Anggelinus oleh tim SAR (Foto: AA/VoN).

Manggarai
Previous ArticleTerkait Pencarian Jasad Angelinus, Ini Penjelasan Kepala Basernas NTT
Next Article Bupati Dula Lantik Direktur PDAM Mbeliling

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.