alterntif text

Kota Kupang, VoxNtt.com-Berbagai kejadian yang melanda situasi politik bangsa saat ini telah menimbulkan ancaman terhadap kebhinekaan dan disintegrasi bangsa.

Menganggapi situasi ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kupang yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa NTT untuk Indonesia Damai, menyampaikan beberapa point pernyataan sikap kepada VoxNtt.com (18/11)

Pertama HMI Kupang turut mengutuk  aksi terorisme  di Gereja Oikumene Samarinda dan Klenteng Kota Singkawang yang telah memakan korban jiwa.

Foto: Ketua HMI Cabang Kupang
Foto: Ketua HMI Cabang Kupang

HMI juga terlibat dalam mendesak dan mendukung pemerintah , Polri dan BNPT agar secepatnya menangkap actor utama dibalik serangan bom yang sangat mengiris rasa kemanusiaan itu.

Selain itu Ketua HMI Cabang Kupang, Munawir La Amin menghimbau masyarakat Indonesia dan NTT khususnya untuk agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang di berbagai media sosial saat ini.

Sementara itu, berkaitan dengan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, aktivis mahasiswa yang tergabung dalam gerakan ini sepakat untuk menghimbau pihak kepolisian untuk mengambil langkah-langkah hukum yang berasaskan keadilan, tanpa diskriminasi dan intervensi siapa pun.

Pernyataan sikap ini disampaikan serta ditanda-tangani oleh beberapa kelompok mahasiswa seperti Pemuda Muhammadiyah NTT, HMI Cabang Kupang, Korkom IMM, PMII Cabang Kupang, GMKI Cabang Kupang, KOMPAK, IKMAR NTT dan DPD KNPI NTT. (Andre/VoN)