Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Pangdam VII Wirabuana Kirim 500 Tentara ke Maluku, Ada apa?
NASIONAL

Pangdam VII Wirabuana Kirim 500 Tentara ke Maluku, Ada apa?

By Redaksi20 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

VoxNtt.com – Panglima Komando Daerah Militer VII Wirabuana Mayor Jenderal Agus Surya Bakti melepas 500 tentara dari Batalion Infanteri 726 Tamalatea. Mereka akan menjadi satuan tugas (satgas) operasi pengamanan daerah rawan di Maluku dan Maluku Utara.

seperti dilansir dari Tempo.com “Mereka akan bertugas maksimal satu tahun,” kata Agus seusai acara pelepasan, Minggu, 20 November 2016.

Menurut Agus, konflik di Maluku dan Maluku Utara masih sangat berpotensi terjadi. Hal itu bisa dipicu oleh sengketa perbatasan wilayah seperti kecamatan dan kabupaten.

“Bisa juga dipicu oleh masih adanya dendam lama pasca-kerusuhan pada 1999 yang harus segera dicairkan,” ujarnya.

Agus menilai, kondisi saat ini di dua wilayah itu sebetulnya relatif aman. Dia mengatakan pengiriman pasukan itu tidak menandakan bila kondisi keamanan di Maluku maupun Maluku Utara terdeteksi bergolak.

Menurut Agus, malah masyarakat yang tetap menginginkan adanya personel TNI yang bertugas di sana. Sekaligus, penempatan personel itu untuk membantu Kodam XVI Pattimura.

Hanya saja, kata Agus, bila kondisi di daerah itu tidak dikelola dengan manajemen yang baik, bukan tidak mungkin potensi konflik kembali akan ada. Menurut Agus, tugas berat personel yang dikirim yakni menyelesaikan permasalahan sosial.

“Selama ini mereka latihan berperang. Tapi, kali ini mereka dibekali dengan pengetahuan sosial,” ujar Agus.

Sebelum diberangkatkan, para personel ini mendapat pelatihan selama empat bulan. Agus mengatakan pihaknya lebih banyak menitipkan pengetahuan teritorial dan manajemen konflik.

Rencananya, 500 pasukan ini akan menggantikan personel dari Divisi 2 Komando Strategi Angkatan Darat yang telah purna-tugas. Mereka akan ditempatkan di daerah-daerah perbatasan.

Komandan Satgas Letnan Kolonel Yuswanto menyatakan pasukan itu akan dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 315 pasukan akan ditempatkan di Maluku dan 185 di Maluku Utara.

Menurut dia, pihaknya berupaya untuk menangkal paham radikal dan gerakan separatis di dua wilayah itu. “Kami akan membantu pemerintah untuk mengurangi konflik horizontal,” ujar Yuswanto. (Andre/VoN)

Previous Article(VIDEO) Musisi NTT Ini Ciptakan Lagu untuk Intan, Korban Bom Samarinda
Next Article Gerbang Utama Ditutup, Warga Tetap Berkunjung ke Pede

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.