Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Belum Optimal Tangani Kasus Kekerasan, Ini Tanggapan Pemda Sikka
Regional NTT

Belum Optimal Tangani Kasus Kekerasan, Ini Tanggapan Pemda Sikka

By Redaksi21 November 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Sikka, VoxNtt.com-Banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sikka dalam kurun waktu 2013-2015 ditanggapi Kepala Bagian Hukum Setda Sikka, Emanuel Mabikafola.

BACA: Pemda Sikka Dinilai Belum Optimal Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Menurutnya, peningkatan jumlah kasus yang dilaporkan menunjukkan masyarakat mulai sadar akan hak-haknya.

“Kita harus bisa melihat secara positif bahwa orang mulai berani melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya dan berharap mendapatkan keadilan melalui cara itu,” tegasnya kepada Vox NTT pada Minggu, 20/11/2016 di kediamannya.

Emanuel menerangkan sejak tahun 2016 ini Pemda Sikka telah membentuk tim terpadu penanganan korban kekerasan perempuan dan anak yang melibatkan sejumlah instansi terkait termasuk Bagian Hukum Setda Sikka, penegak hukum dan NGO.

BACA: Sebanyak 232 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Sikka

Tim ini menjalankan layanan komunikasi masyarakat dalam rangka mengupayakan penyelesaian dan pemenuhan hak korban.

“Coba dicek ke Dinas Sosial, barangkali tahun ini atau tahun depan juga akan diberikan layanan rumah aman bagi korban,”ungkapnya.

Sementara itu Bagian Hukum sendiri fokus pada upaya-upaya pencegahan. Sejauh ini, Emanuel mengakui pihaknya setiap tahun melakukan sosialisasi hukum di 10 desa dan pendidikan hukum di 10 sekokah.

Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan materi wajib dalam sosialisasi maupun pendidikan hukum. (Are de Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleGerbang Utama Ditutup, Warga Tetap Berkunjung ke Pede
Next Article Gol di Injury Time Buyarkan Kemenangan AC Milan

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.