Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Presiden Jokowi Diminta Tak Kompromi dengan Kelompok Intoleran
NASIONAL

Presiden Jokowi Diminta Tak Kompromi dengan Kelompok Intoleran

By Redaksi22 November 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta,VoxNtt.com– Dalam konferensi pers bertajuk ‘Negara Jangan Kalah Melawan Gerakan Intoleransi Berbasis Agama dan Modal’ di Maarif Institute, Jakarta, Senin (21/11/), Jaringan Antariman Indonesia (JAII), menungkapkan saat ini dari seluruh wilayah nusantara sedang  menyerukan semangat kebhinekaan sebagai simbol pemersatu rakyat Indonesia.

Koordinator Jaringan Antariman Indonesia (JAII) Elga J Sarapung mengatakan, Presiden Joko Widodo harus memberikan perhatian terhadap adanya kelompok intoleran yang melakukan kekerasan atas nama demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Menurut dia, demokrasi dan kebebasan berekspresi memiliki aturan dan tidak membenarkan terjadinya kekerasan.

“Aturan itu menjadi batas demorkasi apakah hal itu masih mengemban nilai-nilai substansial demokrasi atau hanya aksi elitis yang berhasrat kepada kekuasaan dan berjangka pendek”, ujar Elga,

Lebih lanjut Elga mengatakan, perwujudan demokrasi seharusnya memberikan ruang deliberasi yang dilakukan dengan sukarela.

Selain itu, menjaga etika dan kesantunan dalam beropini, serta tidak mengandung unsur destruksi, dehumanisasi, dan propaganda.

“Jika digunakan untuk kepentingan membangun ketidakstabilan negara, mengarah kepada perpecahan bangsa yang penuh kebencian maka tidak tepat dikatakan sebagai ekspresi demokrasi,” kata Elga.

Oleh karena itu, Elga meminta Jokowi tak berkompromi dengan kelompok-kelompok intoleran yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Kami meminta kepada Presiden Jokowi tidak berkompromi dengan kelompok-kelompok intoleran yang memiliki agenda kekuasaan,” tutur Elga. (Ervan Tou/VoN)

Previous ArticleSebelum PHO, 90 Paket Drainase di PU Manggarai Harus Diperbaiki Ulang
Next Article AHOK Diperiksa, Djarot Terima Aduan Warga di Rumah Lembang

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.