Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Pasar Oeba, Uang Retribusi Lancar Sampah Tetap Menggunung
Regional NTT

Di Pasar Oeba, Uang Retribusi Lancar Sampah Tetap Menggunung

By Redaksi12 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com– Dalam beberapa minggu ini penjual dan warga sekitar pasar Oeba, Kota Kupang, khususnya penjual yang menghuni rumah susun (rusun) mengeluhkan sampah di sekitar pasar yang semakin menggunung dengan bau yang tak sedap.

Selain mengeluhkan tumpukan sampah yang berada tepat di depan Rusun, penjual yang tinggal di situ juga mengeluhkan  uang retribusi sampah yang mereka bayar Rp. 2.000 perhari, namun tidak ada tindakan dari pengurus pasar.

“Kami berani buang di sini, karena kami tahu kami sudah bayar. Tapi saat kami buang di sini ditegur sama pengurus Perusahan Daerah (PD) pasar, kami sendiri bingung mau buang sampah kemana, kan kami sudah bayar” ujar Ael Labasir, seorang penjual pasar.

Selain itu juga dikeluhkan jika tidak ada tindakan dari pengurus  PD pasar, sebaiknya uang retribusi sampah tidak usah dibayar, sehingga penjual yang tinggal di rusun maupun sekitar pasar dapat mengurus sampah tersebut.

Beberapa penjual juga mengakui jika mereka sempat bentrok dan disalahkan oleh pengurus PD pasar dikarenakan masalah sampah tersebut.

Para penjual di pasar tersebut merasa tidak adil dikarenakan uang retribusi sampah yang mereka bayar cukup untuk menggaji pekerja dalam mengurus sampah. Namun hasil yang terlihat, sampah semakin menggunung dan mengeluarkan bau tidak sedap.

“Ketong lihat sa, ini kalau hujan datang  nanti dalam pasar balumpur. Mereka penjual enak, tapi ketong yang tinggal disini, yang terima bau. Kita mau omong, tapi semua serba salah” tambah seorang warga sekitar pasar .

Permasalahan ini sudah berulang kali dilaporkan ke kelurahan dan dinas kebersihan, namun diakui jika belum ada tindakan yang jelas. (Nicke/VoN)

Foto Feature: Tumpukan sampah di pasar Oeba, Kota Kupang (Foto: Nicke)

Kota Kupang
Previous ArticleTidak Bisa Berenang, Pelajar SDK Tanggar Meninggal di Embung Lonto Ule
Next Article Penjual di Pasar Oeba: Kami Butuh Bukti, Bukan Janji

Related Posts

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.