Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Presidium GMNI Desak Polda NTT Usut Pelaku Penyerangan di Sabu Raijua
HEADLINE

Presidium GMNI Desak Polda NTT Usut Pelaku Penyerangan di Sabu Raijua

By Redaksi14 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNtt.com-Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur mengusut tuntas pelaku penyerangan siswa SDN 1, Sabu Barat Selasa (13/12/2016).

Presidium GmnI kepada VoxNtt.com, Rabu (14/12) mengaku berang dengan berita penikaman membabi buta terhadap tujuh murid  SD Negeri, Sabu Barat pada jam sekolah oleh pria berinisial IR.

“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras tindakan pelaku kejahatan kemanusiaan yang melukai para pelajar di Sabu Raijua. Ini adalah bagian dari kejahatan kemanusiaan luar biasa”  ungkap Pius Bria, Sekjen Presidium GMNI di Wisma Trisakti Jakarta.

BACA: Uskup Ruteng: Penganiayaan Melawan Kodrat Manusia

Kepada media ini, Pius Bria dengan tegas mendesak Polda Nusa Tenggara Timur agar cepat dan tepat mengusut tuntas pelaku penyerangan kasus ini.

“Polda NTT harus cepat  mengungkap kasus ini dan menyampaikan secara terupdate untuk menghindari provokasi-provokasi lain” ungkap Pius yang juga putra asli NTT ini.

BACA: Pemuda Sabu Raijua Kupang Sikapi “Selasa Berdarah”

GMNI juga berharap untuk semua pihak tidak terprovokasi oleh isu yang menyesatkan khususnya di media sosial.

“Kami minta agar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama semua tokoh agama dan masyarakat untuk saling menjaga memelihara kerukunan dan bersama-sama menuntut keadilan. Juga dimohon kepada publik untuk tidak menyebarkan informasi yang hanya memperkeruh situasi sosial masyarakat” tandasnya. (Ervan/VoN)

Foto Feature: Sekjen GmnI, Pius Agustinus Bria

Previous ArticleKeluarga CM Nilai Lembaga Peradilan Anak Emaskan YYG
Next Article Selama 10 tahun, 68,9 M Dana GSC untuk Matim

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.