Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Jalur Pantura Flores Nyaris Putus
HEADLINE

Jalur Pantura Flores Nyaris Putus

By Redaksi16 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com- Jalan  lintas utara Pulau Flores, tepatnya di Kecamatan Kotabaru yang daerah perbatasan Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka nyaris putus. Hal ini diakibatkan abrasi laut utara yang terus mengikis tepian jalan.

Pantauan VoxNtt.com belum lama ini, setengah badan jalan sudah runtuh terkikis abrasi. Kendaraan yang hendak lalui jalur itu terpaksa menepis ke arah tebing yang penuh dengan bebatuan.

Melkias Wera, salah seorang pengguna jalan menuturkan kerusakan jalan sudah sejak lama. Saat lintas jalur itu, diakui sangat  berhati-hati sebab,  selain jalannya rusak, banyak bebatuan yang jatuh dari sisi tebing. Ia pun menyesal jalur tersebut tak kunjung diperbaik.

“Ini sangat disayangkan. Banyak tembok penyokong yang runtuh. Lalu jalan juga sisa sebagian jadi saya selalu berhati-hati. Saya sering lewat disitu tetapi masih kondisi yang sama.”Ujar dia saat ditemui di Ende pada Kamis, (15/12).

Ia mengatakan saat pasang naik, badan jalan dipenuhi air laut. Tembok penahan gelombang laut di tepi jalur tersebut terus digerusi badai yang pada akhirnya runtuh sendiri.

“Kalau saatnya badai, pasti tembok selalu rubuh. Saya selalu saksikan peristiwa ini,”Kata Marselinus yang diakui sering melalui jalur pantai utara menuju Maumere.

Ia menambahkan kondisi jalan tersebut lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti halnya terjadi di jalur Desa Tou Timur dan Desa Nua Naga Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende. Lebih parah lagi saat angin kencang dan gelombang tinggi musim tenggara yang terjadi beberapa pekan lalu.

“Ya, saya harapkan bisa secepatnya ditanggapi jalur utara ini. Kalau pembangunan berlarut-larut nanti ke depan jalan ini lebih parah lagi,”katanya. (Ian/VoN)

Foto Feature: Kondisi jalan Pantura di Kotabaru Ende (Foto: Ian/VoN)

Ende
Previous ArticleTPDI NTT: Kejari Maumere Harusnya Proaktif Kejar Putusan Yohanis Goban
Next Article Nyaris Putus, Jalur Pantura Flores Hambat Pasar Ekonomi

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.