Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pengamat: Stigma NTT miskin adalah produk kebijakan yang salah
Regional NTT

Pengamat: Stigma NTT miskin adalah produk kebijakan yang salah

By Redaksi20 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Dalam acara ulang tahun (ULTAH) ke-58 NTT, Selasa (20/12/2016) di aula kantor Gubernur baru, Kota Kupang, gubernur NTT Frans Lebu Raya mengajak seluruh masyarakat NTT dan sekitarnya untuk menghentikan stigma tentang kemiskinan, ketertinggalan dan keterbelakangan yang selama ini menimpa NTT.

Menurut Frans NTT tidak ditakdirkan sebagai daerah yang miskin, tertinggal dan terbelakang. Itu hanya sebuah stigma yang terus menimpa NTT dan lama kelamaan diamini masyarakat NTT.

BACA: HUT NTT ke-58, Gubernur Frans: Mari kita hentikan stigma NTT miskin

Menanggapi ajakan Gubernus Frans, pengamat sosial politik dari Sophia Institut, Lasarus Jehamat mengatakan bahwa boleh saja ajakan seperti itu, tetapi mesti ada uapaya nyata yang harus dilakukan, tidak cukup dengan memberitahukan orang untuk stop stigmatisasi NTT miskin itu.

“Menurut saya kemiskinan itu bukan stigma. NTT miskin itu kan sebuah  produk dari kebijakan-kebijakan yang salah, kalau melarang orang untuk menstigma NTT miskin maka dia juga harus berupaya mewujudkan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat” tegas Jehamat.

Berkaitan dengan pernyataan Gubernur Frans di sela-sela sambutannya yang membuka ruang untuk seluruh masyarakat NTT mengevaluasi kepemimpinannya, dosen sosiologi pada universitas Nusa Cendana ini mempertanyakan maksud dari pernyataan itu.

“Pernah tidak pemerintah provinsi membuka ke publik hasil evaluasi selama ini, ini berkaitan dengan transparansi sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang keterbukaan pelayanan publik” tegasnya.

Menurutnya saat ini  masalah transparansi ini masih menyisahkan persoalan besar, pasalnya ketertutupan masih menyelimuti sistem birokrasi kita selama ini.

“Jangan sampai begini keinginan untuk transparan ini ada kepentingan tersembunyi. Ini kan sudah di penghujung akhir periode lalu melempar wacana seolah-olah NTT ini transparan menurut saya ini problem besar”,  tegasnya.

Jehamat menambahkan, masyarakat NTT bisa membaca sendiri hasil evalusasi program desa mandiri anggur merah (DEMAM), itu hasilnya sangat buruk dan sampai hari ini hasilnya tak pernah dipublikasikan.

Menurutnya, keinginan untuk dievaluasi itu harus diikuti dengan tindakan nyata.

“Jangan kemudian, menerima kritikan lalu diam inikan tidak sehat juga menurut saya”, pintanya. (BJ/VoN)

Foto Feature: Pengamat politik dari Sophia Institute, Lasarus Jehamat

Kota Kupang
Previous ArticleHUT NTT ke-58, Gubernur Frans: Mari Kita Hentikan Stigma NTT Miskin
Next Article Warga Minta Polisi Serius Tangani Kasus Raskin di Desa Bea Ngencung Matim

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.