Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Masyarakat Mapitara Sebut Distribusi Bantuan ke Desa Tidak Tepat Sasaran
NTT NEWS

Masyarakat Mapitara Sebut Distribusi Bantuan ke Desa Tidak Tepat Sasaran

By Redaksi7 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Masyarakat Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka menyatakan selama ini program bantuan dari pemerintah tidak tepat sasaran.

Hal ini terungkap dalam kegiatan presentase hasil studi Pengelolaan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan Wahana Tani Mandiri bertempat di Kantor Desa Hebing, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka pada Jumad,( 6/1/2016).

Hampir sebagian peserta yang sebagian besarnya merupakan petani tersebut menyatakan hal yang sama terkait distribusi bantuan yang disalurkan ke desa.

Bantuan-bantuan tersebut bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang diangkat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang).

“Saya ambil contoh misalnya seorang petani kebun seharusnya dikasih bantuan berkaitan dengan pertanian seperti bibit atau alat-alat pertanian, bukan seorang petani yang tiap harinya mengurus kebun tiba-tiba diberi alat tangkap ikan,” ungkap Didimus Rusman asal Desa Hebing.

Senada dengan Didimus, Theresia Fausta menyampaikan selama ini bantuan untuk kelompok perempuan juga tidak sesuai dengan kebutuhan yang diusulkan.

“Ironisnya, petugas hanya menurunkan fasilitas ke kelompok tanpa bimbingan teknis, sehingga fasilitas-fasilitas tersebut kemudian menjadi mubasir” ungkapnya Theresia.

Dirinya berharap instansi pemerintahan tidak hanya mensuplai bantuan dalam bentuk barang dan alat namun juga memberikan bimbingan teknis dan pendampingan agar peralatan-peralatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.

Masalah lain berkaitan dengan bantuan tersebut adalah tidak adanya koordinasi antara instansi yang memberika bantuan dan Pemerintah Desa dimana kelompok sasaran bantuan berdomisili.

Kepala Desa Hebing, Polykarpus menyatakan selama ini banyak pihak yang memberikan bantuan ke desa tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Desa.

Akibatnya, selain tidak mampu memperbaiki taraf hidup masyarakat, bantuan-bantuan tersebut menimbulkan konflik sosial di desa.

“Nanti kalau ada masalah masyarakat datang mengadu dan mempersalahkan Pemerintah Desa setempat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Koordinator Bidang Advokasi WTM, Wilhelmus Wilfridus bersama team WTM dan kader tani.

Hadir pula unsur-unsur penting di desa, seperti Kepala Desa, BPD, Kepala Dusun, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh kerohanian dan kelompok-kelompok tani. (ADP/VoN)

Foto Feature: Salah satu sesi diskusi Presentasi Hasil Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dengan nara sumber Direktur WTM, Win Keupung

Sikka
Previous ArticleWarga dan Pengunjung Keluhkan Sampah di Sepanjang Pantai Oesapa
Next Article Diam-Diam Politisi Partai Golkar Sikka ‘Pindah Rumah’ ke Lapas Maumere

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.