Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Ribuan Keluarga NTT se-Sulteng Gelar Natal dan Tahun Baru Bersama
NASIONAL

Ribuan Keluarga NTT se-Sulteng Gelar Natal dan Tahun Baru Bersama

By Redaksi9 Januari 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Palu, VoxNtt.com-Ribuan orang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Sulawesi Tengah merayakan Natal dan tahun baru bersama di Milenium Waterpark Palu, Sabtu, 7 Januari 2017  lalu.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan pentas budaya NTT. Perayaan Natal bersama Oikumene ini dihadiri pula oleh keluarga NTT yang beragama Islam dan berpartisipasi aktif dalam perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru Bersama 2017.

Sedikitnya ada tiga orang yang memimpin Ibadah  Natal Oikumene tersebut, yakni Pendeta Umbu, Bruder Willy L dan Timotius Jehaut.

Bruder Willy dalam homilinya menyebutkan Natal adalah kita, saya, kamu dan Anda. Natal adalah kita, ketika kita lahir setiap hari secara baru dan masukan dalam puri batin kita yang paling dalam dan menemukan Tuhan di sana.

Pohon Natal adalah kita, ketika kita mampu berdiri kokoh meskipun ada terpaan angin dan badai yang kencang, tapi bapak/mama masih tegak mengangkat muka memandang ke depan, bahwa ternyata hidup ini masih ada.

“Jangan sampai kita membangun pohon Natal, tetapi ketika ada terpaan angin dan badai lantas mengucapkan selamat tinggal Yesus. Apapun tantangan yang kita hadapi, pohon Natal tetap kokoh, dan kita tetap mengangkat muka memandang ke depan”, ujarnya.

Bruder Willy juga menegaskan, hiasan dan pernak pernik natal adalah kita, ketika kamu, saya dan kita semua ini menjadi sahabat sejati bagi yang lain.

Kita masih mempunyai hati untuk merangkul saudara kita yang kurang beruntung? Kita harus rajin membuka tangan untuk merangkul yang lain. Kita sebagai keluarga NTT, harus rajin merangkul karena kita bersaudara.

“Tidak boleh dibatasi  apa yang melekat pada diri kita, mungkin besok atau lusa apa yang melekat pada diri kita sudah di ambil, apalah artinya semua itu. Tetapi saudara tidak akan pernah hilang, kita adalah NTT”, tegasnya.

Lebih lanjut Bruder Willy mengatakan Terang Natal adalah kita, ketika kita mampu menerangi jalan hidup kita dan jalan hidup sesama kita tanpa menutupi atau rasa lain.

Kalau Tuhan membangun jembatan untuk kita, lantas kenapa kita membangun tembok pembatas dengan saudara kita? Kenapa kita membangun halangan untuk saudara kita? Warta Melaekat datang kepada gembala dan membangun jembatan untuk berjumpa dengan Yesus.

“Iklaskan, lepaskan harga diri kita. Natal adalah solidaritas Allah, maka Dia rela lahir di kandang. Lepaskan harga diri kita ketika kita berjumpa dengan kakak/adik, bapak/mama”, ujarnya.

Ketua Panitia, Sirilus Djawa yang didampingi oleh Sekretaris Panitia, Agustinus Salut mengatakan, setelah perayaan Ibadah Natal dilanjutkan dengan pentas seni budaya NTT.

Pentas seni ini dibawakan oleh delapan suku, yakni Tarian Caci dari Manggarai, tarian Sedo Uwi, Ja’i dan tinju tradisional dari Ngada, Tarian Gawi dari Ende, Tarian Bambu dan tarian Hegong dari Sikka, tarian Dolo-Dolo, tarian Dana dan Hedung dari Lamaholot Flores Timur, tarian Likurai dari Sabu, tarian Tebe-tebe dari So’e, dan tarian Pamonte asal Kaili.

Sirilus Djawa menuturkan, acara ini merupakan bentuk solidaritas keluarga NTT se-Sulteng.

“Kami selaku panitia juga mengundang secara khusus pemain musik Sasando, musik tradisional NTT yang sudah mendunia, yakni Ganzer Lana Sasandois yang kini sedang menyelesaikan study di Institut Seni Indonesia Yogyakarta”, tutupnya.*** (Ervan Tou/VoN)

Keterangan Foto: Ketua Panitia Sirilus Djawa dan Sekretaris Panitia Agustinus Salut bersama AKBP Yoseph bay dan Tokoh-tokoh NTT di Sulteng.

Previous ArticlePerusahan Tambang Disinyalir akan Beroperasi di Reok Barat Manggarai
Next Article Ahok , Demokrasi dan Digitalisme Media

Related Posts

Astra Tandang Apresiasi Political Will Pemerintah dan DPR Sahkan RUU PPRT

22 April 2026

Benny Harman Dorong Pembentukan Lembaga Independen Pengelolaan Hasil Perampasan Aset

7 April 2026

Benny Harman: Kasus Penyiraman Andrie Yunus Bukan Pidana Biasa

5 April 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.