Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»GMNI Usulkan Penamaan Pulau Indonesia untuk Perkuat Poros Maritim
NASIONAL

GMNI Usulkan Penamaan Pulau Indonesia untuk Perkuat Poros Maritim

By Redaksi12 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta,VoxNtt.com-Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengkritisi rencana pemerintah membuka peluang bagi negara asing mengelola pulau terpencil yang belum terjamah di tanah air.

Menurut GMNI hal ini akan mengancam kedaulatan negara dan bangsa Indonesia.

Sekretaris Jenderal Presidium GMNI Pius A. Bria, kepada VoxNtt.com, di Jakarta, pada Kamis (12/1) mengatakan jika pengelolaan pulau dikelola  oleh negara lain, maka hal ini menandakan bahwa negara tidak mampu mengelola kemaritiman kita dengan benar. Menurut dia pencapaian cita-cita poros maritim Indonesia akan tergadaikan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya RI Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan negara asing bisa saja membuka lahan ekonomi di pulau terpencil dan belum bisa dijamah oleh Indonesia.

Menurut Luhut, hal ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sana.

Menko Maritim ini juga menyebutkan tentang adanya sekitar 4.000 pulau di Indonesia yang masih belum dikelola dan diberi nama oleh pemerintah.

Meski nantinya dikelola negara asing, menurutnya pemerintah tetap akan memproteksi agar kepemilikan tidak diklaim sepihak oleh warga luar tersebut

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Presidium GMNI mengatakan pengelolaan pulau-pulau kecil seharusnya dikelola oleh negara untuk menghindari penyimpangan tata kelola pulau-pulau di Indonesia  terutama pada perusakan keanekaragaman ekosistem lingkungan laut dan budaya bahari yang kita miliki.

“Posisi pulau-pulau di Indonesia terutama pulau kecil di Indonesia memiliki peran dalam geo-strategis dan geo-ekonomi yang sangat penting guna menunjang kedaulatan rakyat. Selain itu terbuka peluang besar untuk menjadikan pulau-pulau tersebut sebagai pangkalan militer untuk merencanakan perang asimetris dengan mengatasnamakan kepentingan ekonomi”, tegasnya

Lebih lanjut Pius menyatakan sudah seharusnya 4.000 pulau yang belum diberikan nama segera dibuat toponimi atau penamaaanya sebagai keseriusan pemerintah atas identitas poros maritim kita.

“Jika rencana pemberian nama dilakukan oleh orang asing ditakutkan akan merusak identitas kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu, Kita harus mengutamakan identitas kebangsaan Indonesia”, imbuhnya.

Menurutnya, lebih baik penaamaan pulau tersebut dapat menggunakan nama-nama tarian tradisional atau alat-alat musik tradisional sebagai identitas kebangsaan atau dapat juga dilakukan penamaan dengan memberikan nama pulau yang  berada di sekitar Aceh menggunakan identitas Papua, dan sebaliknya.

Hal tersebut, jelas Pius degan maksud untuk merawat kebhinekaan bangsa Indonesia.*** (Ervan Tou/VoN)

Foto Feature: Sekretaris Jenderal Presidium GMNI Pius A. Bria

Previous ArticleSurvei Indeks Kepuasan Masyarakat Diragukan, Begini Tanggapan LPPM Unipa
Next Article Pria yang Dianiaya Warga Munde Alami Gangguan Jiwa

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.