Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Situs Terlantar, Don Wangge : “ Pemda Ende Seolah Lupa Sejarah”
Regional NTT

Situs Terlantar, Don Wangge : “ Pemda Ende Seolah Lupa Sejarah”

By Redaksi26 Januari 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mantan Bupati Ende, Don Bosco Wangge saat ditemui Voxntt.com di kediamannya, jalan Melati beberapa waktu lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Voxntt.com-Terlantarnya beberapa situs sejarah di Kabupaten Ende, seperti Situs Taman Bung Karno menuai sejumlah kritikan.

Selain dari Sekretaris FIRD, Vinsen Sangu, kali ini, situs tersebut menjadi perhatian khusus oleh mantan Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge.

Beliau mengungkapkan kekecewaan terhadap pengelolaan Taman Bung Karno yang kini tidak terurus.

Ia menjelaskan, beberapa situs sejarah sudah diserahkan kepada pemda oleh Yayasan Ende Flores (YEF) setelah diresmikan oleh Mantan Wakil Presiden, Boediono pada tahun 2013.

“Waktu itu sudah diserahkan kepada Pemda pada masanya saya. Dan waktu itu, honor untuk orang yang menjaga taman itu diambil dari biaya operasional saya sebagai Bupati. Saya sangat prihatin dengan keadaan taman sekarang. Pemda sekarang seolah-olah lupa dengan sejarah di Ende.”Kata Don Wangge saat ditemui Voxntt.com di kediamannya belum lama ini.

Menurutnya, Pemerintah daerah tidak memiliki niat untuk mengurus sejumlah situs. Padahal, lanjut dia, situs tersebut dapat memberi kontribusi bagi daerah.

“Kalau pemerintah punya niat yang baik, saya kira bisa diurus. Kalau tidak, bisa diserahkan kepada pihak swasta. Nah, kalau terlantar begitu, siapa yang urus? Lalu peran pemerintah dimana?”Tanya mantan Bupati ini.

“Kalau hanya hura-hura, tidak ada gunanya. Kita harus menghargai para donatur yang membantu pemugaran situs sejarah di daerah kita. Kalau tidak mengurus taman itu, maka bisa diserahkan kembali ke yayasan.” Tambah Don yang juga sebagai pengurus Yayasan Ende Flores.

Belum Diserahkan

Sementara itu, Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu membantah bahwa belum dilakukan penyerahan situs kepada Pemerintah Daerah.

Menurut Bupati Marsel, YEF merupakan mitra Kementrian pada bidang kepurbakalaan untuk melakukan pembangunan situs tersebut.

“Yayasan tidak punya hak untuk menyerahkan kepada pemerintah daerah. Yang berhak adalah kementrian yang mempunyai aset sejarah.” Ujar Bupati saat ditanya VoxNtt.com di Lantai II Kantor Bupati pada Kamis, (26/01/2017).

Beliau menjelaskan Pemda telah menyurati kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyerahkan tugas pengelolaan situs kepada Pemerintah Daerah. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Kementrian.

“Kami sudah surati tetapi sampai detik ini belum ada tanggapan. Dan kalau dibilang sudah diserahkan tapi, tidak ada berita acara. Waktu itu, saat apel satu juni, pihak yayasan hanya mengatakan sudah selesai mengerjakan.”Jelas Bupati.

Ia menambahkan, saat ini penanganan situs sementara masih bersifat holisti. Pemda Ende masih menunggu berita penyerahan situs ke daerah.

“Kita masih sebatas membersihkan sampah karena masih menunggu berita penyerahan dari Kementrian.” Katanya.

Berdasarkan pantauan VoxNtt.com selama sepekan ini, Taman Bung Karno masih belum diurus. Terlihat sejumlah sampah masih berserakan di area taman.

Air kolam yang dulu terisi penuh, kini kering dan penuh lumpur disertai dengan berbagai jenis sampah.

Bau busuk masih tercium dari kolam yang berkukuran 17 meter tersebut. Sedangkan, bau bangkai masih juga tercium dari beberapa titik selokan sekitar pelataran.

Sementara pagar pangamanan persis dekat pohon sukun dan di bagian sudut kini mulai rusak. Situs tersebut sudah terlantar dan tidak terurus lagi.**(Ian/VoN)

 

Ende
Previous ArticleAndri Garu dan Saleh Husin Calon Gubernur NTT dari Hanura
Next Article “Ende Termasuk Darurat Human Trafficking”

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.