Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Pulau Terkendala Transportasi, Kapal Cepat Malah Diparkir Manis di Wuring
Regional NTT

Warga Pulau Terkendala Transportasi, Kapal Cepat Malah Diparkir Manis di Wuring

By Redaksi26 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anak-anak menjadikan Kapal Samudera Sikka 02 (kapal barang) sebagai tempat bermain
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com– Aneh, di tengah kebutuhan rakyat Kabupaten Sikka yang berdiam di pulau-pulau kecil di sekitar Maumere akan layanan transportasi publik, Pemda Sikka malah tak fungsikan 2 kapal cepat miliknya.

Sejak dilakukan peresmian pada Rabu (24/2/2016) lalu, Samudera Sikka 01 dan Samudera Sikka 02 hanya parkir manis di Pelabuhan Wuring.

Sayangnya, kedua kapal cepat tersebut merupakan kapal bantuan Direktorat Jendral Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2015.

Diduga tujuannya untuk memudahkan akses transportasi masyarakat pulau. Pulau-pulau yang dimksudkan adalah Palu’e, Pemana, Semparong, Pulau Besar, Kojadoi, Permaan, Dambila dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

Samudera Sikka 01 adalah kapal penumpang dengan kapasitas 20 orang. Sementara itu, Samudera Sikka 02 adalah kapal barang dengan kapasitas angkut 32 gross ton.

Rahmand, salah satu nelayan yang sehari-hari melabuhkan kapalnya di Wuring menjelaskan selama ini kedua kapal tersebut dilabuhkan saja.

“Orang dari pulau sana tidak naik dua kapal ini. Yang saya sering lihat pakai adalah pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya, sama seperti sebelum kedua kapal ini hadir, masyarakat yang bermukim di pulau-pulau di Sikka masih menumpang kapal nelayan atau perahu motor milik sesama warga bila hendak ke Maumere.

Hal senada dikeluhkan Syamsudin, warga pulau Semparong yang ditemui di pelabuhan Wuring. Dirinya mengaku bingung kenapa kapal cepat ini tidak dioperasikan bagi keperluan warga kepulauan.

“Kalau cuma dipajang saja dan sesekali dipakai oleh pemerintah daerah tentu mubazir dan kami warga kepulauan pun tidak mendapatkan manfaat dari bantuan ini,” tuturnya.

Syamsudin mengakui memang sudah ada kapal fery yang melayani pulau Pemana dan Palue namun kapal tersebut hanya beroperasi seminggu sekali sementara warga kepulauan sehari-hari tetap menumpang kapal.

Pantauan VoxNtt.Com pada Kamis, 26/1/2017, dua awak kapal sedang melakukan perbaikan di Samudera Sikka 01.

Salah satu awak kapal yang tidak ingin namanya disebutkan menyatakan kapal cepat ini dikelolah oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka.

Menurutnya, kalau ke Pemana misalnya dengan kapal biasa butuh waktu 2-3 jam. Namun dengan kapal cepat ini, hanya butuh waktu 45 menit.

Khusus untuk Samudera Sikka 01 dijalankan oleh 3 orang awak. Dirinya mengaku kapal tersebut tidak mengangkut penumpang umum.

“Selama ini hanya untuk keperluan pemerintah saja. Harusnya hari ini ke Palu’e tetapi batal besok baru berangkat ke Palu’e antar Bupati,” ujarnya. (Are/VoN)

Sikka
Previous ArticleApa Saja Aktivitas Rossi Hari Ini di Labuan Bajo? Berikut Cuplikannya
Next Article Andri Garu dan Saleh Husin Calon Gubernur NTT dari Hanura

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.