Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Ini Tanda Khusus Merlinda, TKI Ilegal Asal Ende yang Belum Diidentifikasi
HEADLINE

Ini Tanda Khusus Merlinda, TKI Ilegal Asal Ende yang Belum Diidentifikasi

By Redaksi2 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto: Melinda dan suaminya
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com-Merlinda Sere (23), TKI ilegal asal Dusun Pauwawa, Desa Jegharangga, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, NTT yang tenggelam di Johor, Malaysia dikabarkan telah ditemukan. Namun, hingga kini korban Merlinda belum diidentifikasi secara pasti.

Demikian diungkapkan, Romo Reginald Pi Perno, Pr, Koordinator Bidang Program dari Koalisi Insan Peduli Migran dan Perantauan (KIP-MP) Kevikepan Ende.

BACA:Merlinda, Warga Ende yang Tenggelam di Malaysia Belum Ditemukan

Saat ditanya tanda khusus, Romo menyebutkan beberapa hal menonjol yang terdapat pada diri korban. Seperti, titik hitam pada pipi bagian kiri. Terdapat kuteks pada kuku tangan korban.

Sedangkan ciri lain, korban berambut lurus hingga di punggung dan berbadan putih.

“Itu tanda yang saya lihat sebelum almarhum pergi ke Malasyia.”Ujar Romo Perno yang juga sebagai Pastor Paroki Komandaru, asal paroki korban.

Hal senada diakui Kepala Desa Jegharangga, Simplisius Tige. Ia menambahkan tanda lain yang menonjol yakni korban memiliki gigi gingsul pada bagian kiri.

BACA: Human Trafficking dan Hancurnya Peradaban

Tanda khusus lain adalah, korban memiliki tahi lalat berukuran biji jagung pada leher bagian belakang.

“Tanda ini yang kami tanya ibu mantunya di Pauwawa bersama kakak ipar korban. Kalau tinggi badan sekitar 160 senti (cm). Ini mungkin lebih mudah untuk mengidentifikasi” jelas Kades Simpli saat ditemui VoxNtt.com di Pendopo Pastoral Paroki Komandaru, Kamis (1/2) sore. (Ian/VoN)

Ende
Previous ArticleBeli Minyak Tanah, Masyarakat Wajib Bawa Kartu Keluarga dan KTP
Next Article Walau Disayat Pakai Parang, Sang Ibu Tak Ingin Anaknya Dipenjara

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

PMKRI dan Proyek Kebhinekaan

26 Juli 2026

STEAMS Membangun Murid Berpikir Bijaksana

25 Juli 2026

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.