Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sampah Berserakan, Warga Ndao Resah
Regional NTT

Sampah Berserakan, Warga Ndao Resah

By Redaksi3 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sampah bertumpukan di kali mati persis belakang Sekolah Menengah Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende (Foto: Ian)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com-Sampah yang berserakan di kali mati persis di belakang sekolah menengah Ndao membuat warga setempat resah.

Selain sampah, limbah produksi tahu tempe yang berasal dari kampung Woloare, juga membawa aroma kali mati menjadi tidak sedap.

Pantauan VoxNtt.com, pada Kamis (2/2) pagi, sejumlah sampah baik kertas maupun plastik bertumpukan di tepi kali. Sampah lain juga berserakan di sekitar pemukiman warga Ndao serta bau busuk pun tercium.

Sahrir Haji, warga RT 01, RW 08, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende mengakui tumpukan sampah tersebut sudah bertahun-tahun.

Warga sekitar sudah mengingatkan pihak sekolah dan pihak perusahan tahu tempe untuk menyiapkan tempat sampah atau tempat limbah.

“Setiap hari kami harus cium bau yang tidak segar. Bau sampah, bau limbah tahu tempe sangat tajam. Kami sudah dekati ke lurah tapi sampai saat ini sampah masih bertumpukan.”Kata Sahrir.

Hal senada juga diungkapkan Saidah Sahrir. Ia menjelaskan sampah tersebut membuat pencemaran lingkungan baik darat maupun laut. Sebab, saat hujan tiba, sejumlah sampah terbawa air ke laut yang berjarak sekitar seratus meter.

“Di laut juga penuh dengan sampah. Kami harap supaya bisa siapkan tempat sampah. Kami sudah bertahun-tahun menghirup bau busuk”ujar Saidah.

Sementara itu, Kepala Sub Perwakilan Sekolah Menengah Ndao, Frater Vinsensius Maksi John mengatakan pihak sekolah telah menyiapkan tempat sampah di lingkungan sekolah.

Pihak Kelurahan serta Badan Lingkungan Hidup Ende telah melakukan pendekatan dengan pihak sekolah agar membangun bak sampah.

“Ya, kami sadari itu tapi kami sudah bangun tempat sampah sebelah pojok sekolah. Kami juga sudah membatasi warga sekolah untuk buang sampah di kali” ujar Frater

“Kalau bau disana bukan hanya kotoran dari sini, tetapi bau limbah dari pengolahan tahu tempe” katanya lagi.

Pihaknya juga berharap kepada pihak Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Ende untuk menyiapkan sebuah box sampah di wilayah Ndao agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Kita minta, kalau masih ada kotak sampah supaya bisa siapkan untuk kami. Karena siswa juga banyak jadi kita tidak kontrol satu per satu. Kalau dari Kebersihan masih ada tempat sampah bisa ditempatkan di Ndao. Sehingga warga tidak membuang sampah sembarangan.”Kata Frater Maksi.***(Ian/VoN)

http://fuq.zqc.mybluehost.me/wp-content/uploads/2016/10/LAUNCHING.mp4

 

Ende
Previous ArticleAnton Stef Beber Kejanggalan Bukti yang Diajukan BRI Maumere
Next Article Mahasiswa Kota Komba di Yogyakarta Lantik Pengurus Baru

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.