Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sebanyak 20 Rumah di Matim Ambruk Diterjang Angin
HEADLINE

Sebanyak 20 Rumah di Matim Ambruk Diterjang Angin

By Redaksi8 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah milik Aleks Gang di Desa Mokel-Kota Komba diterjang angin (Foto: Dok. BPBD Matim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Hingga Rabu (8/2/2017) sore pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur (Matim) melapor sedikitnya sudah 20 rumah warga ambruk diterjang angin kencang.

Beruntung, kejadian ambruknya 20 rumah warga yang tersebar di berbagai kecamatan tersebut dilaporkan belum ada korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Rata-rata atap rumah warga yang rusak diterjang angin. Itu akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda beberapa hari belakangan ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Matim, Anton Dergon kepada VoxNtt.com, Rabu malam.

Selain sedikitnya 20 rumah warga, kata dia, untuk sementara pihaknya juga menerima laporan 6 unit sekolah dan satu unit tempat ibadah yang ambruk.

Misalnya ia menyebut, hari ini salah satu rumah warga di Desa Mokel, Kecamatan Kota ambruk disambar angin. Sink dan bantal tumpuhannya terlepas ditiup angin.

Masih peristiwa bencana hari ini, lanjut Dergon, satu unit gedung SDN Pejek, Desa Paan Leleng-Kota Komba juga ambruk diterpa angin kencang. Sink gedung yang dibangun tahun 2012 lalu condong ke tanah.

Selain rumah dan gedung sekolah, hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Matim juga mengakibatkan sedikitnya terdapat 22 titik longsor. Dari total tersebut sebanyak 14 diantaranya sudah diperbaiki pihak BPBD Matim.

Terhadap bencana ini, Dergong meminta para kepala desa agar membuat laporan secara tertulis dan dikirimkan ke BPBD. Laporan tersebut nantinya harus dilampirkan dengan foto-foto bencana sebagai bukti.

“Kita punya dokumen, kalau nanti kita alokasikan anggaran ke situ sudah ada dasarnya,” katanya. (Ardy Abba/VoN).

Manggarai
Previous ArticleNahkoda Belum Nyaman Berlabuh di Pelabuhan Kewapante dan Panama
Next Article Soal Jalan Wudi-Toak, Ini Penjelasan Dinas PU Manggarai

Related Posts

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.