Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»WALHI NTT Kecam Aksi Penebangan Hutan Mangrove di Kabupaten Kupang
NTT NEWS

WALHI NTT Kecam Aksi Penebangan Hutan Mangrove di Kabupaten Kupang

By Redaksi22 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

VoxNtt.com- Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam keras aksi penebangan hutan mangrove di pesisir pantai Desa Mata Air, Kabupaten Kupang.

Bertolomeus D. Riwu, Devisi Pengorganisasian WALHI NTT menegaskan, pembangunan jalan yang dilakukan oleh PT Putra Unggul milik Haji Ismail Dean itu telah mengakibatkan puluhan tanaman mangrove di lingkungan Desa Mata Air tumbang dan mengalami kerusakan parah.

Menurut dia, pasir putih yang menjadi obyek wisata dikeruk dan ditimbun pada ruas jalan. Aksi ini telah mengabaikan berbagai ekosistem yang ada sekitar pesisir pantai itu.

Tidak ada lagi penyangga (Buffer Zone) antara daratan dan laut.Tidak ada lagi pencegah intrusi air laut dan populasi ikan di pesisir pantai terganggu.

Pembangunan jalan oleh PT Putra Unggul juga telah mengakibatkan pesisir pantai menjadi lebih rendah dari sebelumnya dan tentu saja berpotensi bakal terjadi abrasi di kemudian hari.

Dikatakan, pembangunan jalan ini dilakukan sepihak dan tidak mempertimbangkan dampak kerugian yang dialaminya.

Karena itu, Bertolomeus mendesak Pemerintah Kabupaten Kupang dan Komisi A DPRD agar segera melakukan pengecekan dan melarang pembangunan jalan tersebut.

“Karena merugikan para wisatawan yang akan berkunjung ke tempat tersebut terutama bagi para penduduk setempat yang secara otomatis mengalami dampak langsung dari pembangunan jalan, serta merusak seluruh ekosistem laut seprti Magrove dan ikan – ikan yang ada di sekitar pesisir pantai tersebut,” tegas Bertolomeus dalam siaran pers yang diterima VoxNtt.com, Rabu (22/2/2017)

Dia menambahkan, luas lahan yang diklaim milik PT Putra Unggul di tempat tersebut terdiri dari 8 hektar. Lahan itu merupakan kawasan pesisir pantai.

Perusahan tersebut diduga telah melanggar Undang- undang (UU) Nomor 7 Tahun 2007 tentang pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil.

PT Putra Unggul juga dnilai telah melanggar UU Nomor 41 tahun 1999 tentang penebangan liar yang dilakukan sepihak.

“Dengan demikian, setiap upaya yang dilakukan dapat mengakibat kerusakan hutan mangrove dilarang oleh Negara, dan perbuatan ini merupakan tindakan pidana berat sebagaimana termuat dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999, pasal 50,” tegasnya. (Ardy Abba/VoN)

Kabupaten Kupang
Previous ArticleDiduga Lakukan Plagiat, Bupati Kupang Dipolisikan
Next Article Pria di Nagekeo Tewas Gantung Diri di Pohon Fuja

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.