Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Diserang Hama Kresek, 40-an Ha Sawah Petani Aeramo Terancam Gagal Tanam
HEADLINE

Diserang Hama Kresek, 40-an Ha Sawah Petani Aeramo Terancam Gagal Tanam

By Redaksi2 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi padi di Aeramo yang mulai menguning di usia tiga bulan (Foto: Arton)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNtt.com- Petani di desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo resah akibat hama kresek yang menyerang sekitar 40-an hektar sawah mereka.

Serangan hama yang menyerang padi berusia tiga minggu dan tiga bulan ini mengakibatkan tanaman padi menguning dan pertumbuhannya melamban.

Benyamin Kapa, warga desa Aeramo kepada VoxNtt.com melalui telepon genggamnya Kamis (2/3/2017) malam mengatakan lahan sekitar dua heaktar miliknya terancam gagal tanam.

“Tanaman padi saya terlihat daunnya menguning dan pertumbuhannya sangat lambat. Awalnya saya kira tanaman padi tersebut kekurangan pupuk urea, lalu saya pupuk. Tetapi setelah diberi pupuk, beberapa hari kemudian tanaman padi itu semakin parah dan saya bingung harus bagaimana mengatasi penyakit tanaman ini,” ujar Benyamin.

Menurut dia selama ini, dinas pertanian di Kabupaten Nagekeo tidak pernah memberikan penyuluhan kepada petani.

Bahkan sampai saat ini Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) tidak pernah mendatangi petani untuk mengecek keadaan sawah mereka.

Data yang dihimpun VoxNtt.com sedikitnya tercatat 11 petani yang terancam gagal tanam.

Mereka adalah Rafael Rangga, Aloysius Nuga, Emanuel Nuwa, Nikolaus Nua, Yosep Goa, Marselinus Rini Meo, Eduardus Kaka, Herman Loy, Yeremias Lena, Benediktus Ndona, dan Linus Tae. (Arkadius Togo/Von)

Nagekeo
Previous ArticlePeduli Korban Bencana, Kelompok Pemuda di Mabar Bangun Posko
Next Article Bantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah, BKH Ajak LPDB ke NTT

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.