Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Guru Komite di Matim Sulit Mengurus NUPTK
Regional NTT

Guru Komite di Matim Sulit Mengurus NUPTK

By Redaksi23 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Rumat saat tatap muka di SMAN 9 Borong, Sita
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Para guru komite di Manggarai Timur (Matim) mengaku sulitnya mengurus dan mendapatkan Nomor Urut Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Demikian disampaikan salah satu guru SMAN 9 Borong, Sita saat tatap muka dengan anggota DPRD provinsi NTT, Yohanes Rumat di sekolah tersebut, Kamis (23/3/2017).

Guru tersebut mengaku, kesulitan itu dikarenakan salah satu persyaratan mengusulkan NUPTK adalah harus ada surat keputusan (SK) kepala daerah, baik itu Bupati maupun Gubernur.

“NUPTK itu penting. Agar bisa mendapatkan tunjangan di luar gaji, kami harus memilki NUPTK. Mau usul dapat tunjangan lain ke dinas, kendalanya lagi belum mempunyai NUPTK,” ujarnya.

Lanjut dia, ke depan pihaknya berharap ada kejelasan status dari guru, baik yang penerima Bos Daerah (Bosda) maupun Tenaga harian Lepas (THL). Hal itu dikarenakan belum ada surat keputusan (SK) penetapan guru dari kepala daerah.

“Ke depan, kami berharap ada kejelasan SK untuk guru karena itu sangat dibutuhkan”, tuturnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Yohanes Rumat mengatakan dirinya akan berusaha mencari jalan keluar terkait persoalan itu.

“Kita akan berusaha cari solusi terbaik untuk menjawab keluhan teman-teman. Kami akan menyampaikan dan mendiskusikan ini dengan pihak dinas PPO, baik kabupaten maupun propinsi,” ujar Rumat. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleKompol Adi Ndait Siap Jadi Calon Bupati Nagekeo
Next Article Seorang Oknum Beratribut TNI Berjaga di Pantai Pede

Related Posts

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.