Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Ibu Hamil Jarang Kontrol Picu Kematian Bayi di Ngada
KESEHATAN

Ibu Hamil Jarang Kontrol Picu Kematian Bayi di Ngada

By Redaksi23 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Jack Mawo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Jarang melakukan pengontrolan di puskesmas saat hamil menjadi salah satu pemicu maraknya kasus kematian bayi di kabupaten Ngada.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Jack Mawo mengatakan selain saat hamil, masalah lain yakni karena setelah lahir bayi jarang dikontrol di puskesmas terdekat.

Dikatakan, tingginya angka kematian bayi di Ngada juga karena penyakit bawaan dan gagal napas (afiks).

“Baru tiga bulan di 2017 jumlah bayi yang meninggal sudah enam orang. Kalau di tahun 2016 ada 36 kasus kematian bayi. Tapi itu terjadi nanti pada bulan Mei-Desember 2016. Kalau awalnya sudah sebanyak ini, tentunya di perkirakan akan meningkat,” kata Jack kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (23/3/2017).

Menurut dia, selama ini tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatan ibu hamil maupun bayi pada puskesmas relatif rendah.

“Olehnya saya mengajak masyarakat untuk terus melakukan pemeriksaan di puskesmas atau polindes terdekat,” kata Jack.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan melayani klinik kesehatan ibu dan anak di setiap puskesmas maupun polindes.

“Kami akan bekerja keras untuk meminimalisasi angka kematian bayi melalui pengoptimalkan pelayanan medis,” kata Jack.‎ (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticleNovanto Mangkir Lagi, Sidang Gugatan Edi Endi Ditunda
Next Article PSSI Sikka Akan Selenggarakan Kompetisi Permanen

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026
Terkini

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.