Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Masyarakat Diajak Bicara Masalah NTT Ketimbang Kontestan Pilgub
NTT NEWS

Masyarakat Diajak Bicara Masalah NTT Ketimbang Kontestan Pilgub

By Redaksi24 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Elias Sumardi Dabur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Antusiasme masyarakat membicarakan kontestan pemilihan gubernur (Pilgub) NTT mendapat tanggapan dari pemerhati politik, Elias Sumardi Dabur (ESD).

ESD memandang hal tersebut kurang produktif karena merupakan panggilan nurani yang diputuskan sesuai dengan pertimbangan tertentu.

Sebab itu, masyarakat mesti membahas masalah pokok yang dihadapinya. Kemudian membicarakan harapan yang mesti dijawab oleh pemimpin di Pilgub NTT 2018 mendatang.

“Saya ingin masyarakat memperbincangkan, memperdebatkan hal yang menyangkut permasalahan pokok, tantangan, keprihatinan dan harapan ke depan ketimbang bicara siapa yang maju,” katanya melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/3/2017).

Ia mengingatkan apabila secara dini memperdebatkan kontestan yang maju, lama- kelamaan masyarakat akan terjebak dalam politik yang semu dan ilusif bahkan tanpa makna.

“Orang mencalonkan diri atau dicalonkan semestinya tidak perlu terlalu panjang perdebatannya. Karena bagaimana pun mencalonkan atau dicalonkan adalah panggilan hati,” tegas ESD.

Selain panggilan hati, maju dalam pilgub juga merupakan kebebasan politik setiap orang yang dijamin konstitusi.

“Yang penting orang bersangkutan memiliki niat dan semangat kuat untuk menata hidup lebih baik dan makmur,” imbuhnya. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleJanji Rumah Murah, Kades Melo Poco Ranaka Pungut Uang Kepada Warga
Next Article Gelar RAT ke-23, Aset KPN SMKN 1 Kupang Naik 16,55 Persen

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.