Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Melahirkan di Teras, Petugas Puskesmas Onekore Ende Disorot
NTT NEWS

Melahirkan di Teras, Petugas Puskesmas Onekore Ende Disorot

By Redaksi25 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Puskesmas Onekore, Adi Dominggo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (25/3). (Foto : Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Seorang ibu hamil yang diketahui bernama Yunita Silvia, warga Nuawawo, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah terpaksa melahirkan di Teras Puskesmas Onekore pada Jumat, (24/3/2017).

Yunita melahirkan sekitar pukul 19.30 wita tanpa dibantu petugas medis Puskesmas. Karena tidak tahan, ia terpaksa melahirkan di depan pintu Puskesmas.

Petugas baru menolong setelah proses persalinan selesai. Petugas medis kemudian melakukan pemindahan pasien ke ruang persalinan.

Peristiwa tersebut sempat mendapat sorotan dari masyarakat luas karena menimbulkan keresahan.

Kepala Puskesmas Onekore, Adi Dominggo mengaku kesalahan terletak pada petugas Puskesmas. Pasalnya, saat itu petugas meninggalkan puskesmas sebelum sebelum jam piket yang seharusnya pada pukul 20.00 wita.

Ia menjelaskan, berbagai sorotan terus ditujukan kepadanya. Baik melalui media sosial maupun secara personal.

“Petugas kami pulang sebelum pergantian sit. Kami harus terima kesalahan ini,”Ucap Adi saat dijumpai Wartawan di ruang kerjanya di Jalan Udayana, Sabtu (25/03/2017).

Adi mengatakan proses persalinan berjalan lancar karena kedatangan pasien sudah pembukaan lengkap. Pasien hanya terlambat menolong dan proses pemotongan tali pusat dilakukan petugas.

“Tapi, anaknya normal. Anaknya selamat,”Ungkap Adi.

“Apapun alasan tetap kami yang salah. Pasti semua menyoroti kami. Kami akui kami salah,”tambah dia.

Ia kemudian klarifikasi soal jam pelayanan persalinan di Puskesmas Onekore. Jelas dia, tidak ada batas waktu kerja petugas medis untuk melayani persalinan.

Adi mengatakan, selama 24 jam petugas medis wajib melayani persalinan. Namun, waktu piket masing-masing petugas sesuai jadwal atau otoritas puskesmas.

“Petugas piket kemarin sedang sakit. Tapi dia bertahan sampai jam 7 malam. Hanya tidak koordinasi dengan piket jam berikutnya”tutur Adi.

Saat ini Yuanita bersama anaknya masih dirawat di Puskesmas Onekore. Sementara petugas Puskesmas kembali menjalani tugas seperti biasa.***(Ian Bala/VoN).

Ende
Previous ArticleKredit Macet dan Hilangnya Uang Nasabah Jadi Alasan RUPS Bank NTT Alot
Next Article KKI Ende Gelar Aksi ‘Bersih-Bersih’ Orang Gangguan Jiwa

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.