Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Soal TdF, Andri Garu: Mesti Belajar dengan Kompas
HEADLINE

Soal TdF, Andri Garu: Mesti Belajar dengan Kompas

By Redaksi6 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Andre Garu saat di puncak Vila Alam Flores, Kecamatan Ruteng-Manggarai, Kamis (6/4/2017). (Foto: Adrianus Aba)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Anggaran hajatan Tour de Flores (TdF) yang diambil dari APBD II turut menyita perhatian anggota DPD RI, Adrianus Garu.

Andri Garu mengaku miris hajatan balap sepeda internasional di pulau Flores itu harus menggunakan uang rakyat.

“Boleh TdF, jangan pakai uang rakyat. Mesti belajar sama (tour) Kompas. Itu jadi contohnya,” ujar senator asal NTT itu kepada VoxNtt.com di Vila Alam Flores, Kecamatan Ruteng-Manggarai, Kamis (6/4/2017).

Baca: Tour de Flores Rampaskan APBD II

Menurut Andri Garu, Harian Kompas menggelar jelajah sepeda Flores-Timor pada Agustus tahun 2016 lalu tidak menggunakan uang APBD, tetapi hanya dari donatur.

Mereka kata dia, tidak hanya melalui jalan negara saja, namun juga memasuki tempat-tempat pariwisata di Pulau Flores dan Timor.

Baca: DPRD NTT Sebut Kegiatan Tour de Flores Korbankan Rakyat

“Kan lucu hanya tepuk tangan di pinggir jalan (lihat peserta TdF) lalu bayar,” pungkasnya.

Akan lebih baik lanjut dia, uang APBD yang dialokasikan untuk TdF bisa membenah infrastruktur dan menata tempat-tempat pariwisata.

“Saya nggak ngerti pakai uang rakyat (untuk TdF), di suatu sisi ada kekuarangan anggaran untuk perbaikan infrastruktur yang menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat,” ujar Andri Garu. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleKorban Banjir di Nggeok Belum Dapat Kado dari Pemda Matim
Next Article Dugaan Korupsi Pompa Hydrant Jadi Fokus Penyelidikan Polres Ngada

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.