Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pesan Kamis Putih dari Novisiat SVD Nenuk: Cinta Menuntut Pengorbanan
HEADLINE

Pesan Kamis Putih dari Novisiat SVD Nenuk: Cinta Menuntut Pengorbanan

By Redaksi13 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pater Stefanus Kofi,SVD berpose bersama para frater Novis dan umat usai Misa kamis Putih
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, VoxNtt.com-Komunitas Serikat Sada Allah (SVD) di Biara Novisiat SVD Nenuk, Atambua, merayakan misa Kamis Putih pada Kamis, (14/04/2017). Kamis Putih merupakan hari pertama dalam tiga pekan suci umat Katolik yakni Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Halleluya.

Perayaan Misa dimulai pukul 18.00 Wita di Kapela St.Yoseph Novisiat Nenuk. Misa yang diberi tema Cinta Menuntut Pengorbanan ini dipimpin oleh Pater Stefanus Kofi, SVD.

“Pada perayaan Kamis Putih, umat Katolik di seluruh dunia memperingati perjamuan malam terakhir Yesus bersama kedua belas rasul. Pada perayaan ini warna liturgi didominasi oleh warna putih yang melambangkan kemulian dan kesucian” kata Pater Stefanus kepada VoxNtt.com.

Dalam kotbahnya, Pater Stefanus menegaskan kualitas cinta seperti yang ditunjukan Yesus ketika membasuh kaki Para RasulNya pada malam perjamuan terakhir.

Yesus yang disebut Tuhan dan Guru oleh para rasulNya, melakukan pekerjaan seorang hamba kepada para muridNya.

Lebih lanjut, kata Pater Stefanus cinta yang utuh dan total membutuhkan pengorbanan, seperti cinta Tuhan yang begitu utuh kepada manusia. Dia (Tuhan-red) rela mengorbankan nyawaNya untuk mati di kayu salib guna menebus dosa manusia.

“Seakan-akan Yesus mau mengatakan bahwa hadiah terindah untuk seorang sahabat adalah kesetiaan, hadiah terindah untuk musuh adalah pengampunan, hadiah terindah untuk orang tua adalah pengabdian, serta hadiah terindah untuk Tuhan adalah hidup Anda”, tegas Pater Stef dalam kotbahnya.

Teodorus F. Seran Tefa, salah satu umat yang mengikuti perayaan ekaristi tersebut mengaku puas atas kotbah yang dibawakan Pater Stefanus.

“Saya bersama keluarga sungguh menghayati kotbah luar biasa serta kekyusukan malam kamis putih bersama para frater”, ungkap Tefa yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Belu. (Dede/ Ans/ VoN).

Belu
Previous ArticleSejumlah Gereja di Kota Kupang Disterilisasi Tim Jibom Gegana
Next Article Satgas Pamtas Yonif 742 Gagalkan Penyelundupan Mobil ke Timor Leste

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Stevi Harman Salurkan Bantuan ke 22 Kampung Terdampak Gempa di Reok dan Reok Barat

23 Agustus 2026

Lima Permintaan Warga Terdampak Gempa di Golo Conggo ke Wapres Gibran

23 Agustus 2026

Bahasa Kasih Pascagempa Flores

23 Agustus 2026

KPK Diminta Awasi Pengelolaan Dana Bantuan Bencana di Nagekeo

22 Agustus 2026

Paroki St. Vitalis Cewonikit Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa Flores

22 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.