Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Monopoli Pengelolaan Dana Desa Rentan Korupsi
VOX DESA

Monopoli Pengelolaan Dana Desa Rentan Korupsi

By Redaksi17 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mensi Anam, anggota DPRD Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Anggota DPRD Manggarai Timur, Mensi Anam meminta seluruh kepala desa (kades) di Kabupaten itu untuk tidak boleh memonopoli pengelolaan dana desa.

Pasalnya, perlu ada pembagian peran yang jelas agar dana ini dapat dikelola secara bersama sesuai kewenangan masing-masing.

“Terkesan selama ini yang berperan untuk mengelola dana desa itu hanya kades, yang lain tidak kelihatan perannya,” katanya melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/4/2017).

Menurut dia, praktek monopoli sangat rentan terjadinya korupsi. Jika itu terjadi, kata Anam, jelas dana tersebut tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Jangan hanya sempurna pada administrasi keuangan, tapi fisik di lapangan amburadul,” tegasnya.

Tapi, politisi Hanura ini tidak menafikan adanya kades yang sudah mengelolah dana desa dengan baik. Hal ini perlu diapresiasi dan diteladani oleh kades-kades lain.

“Tentu kita perlu beri apresiasi bagi kades yang selama ini menggunakan dana desa dengan baik dan bisa memenuhi harapan masyarakat,” imbuhnya.

BACA:Belajar dari Desa Boru Kedang Flotim

Selain itu, Anggota Komisi A ini juga menyinggung soal prioritas penggunaan dana desa. Menurutnya, masih banyak kades yang menggunakan dana desa tidak sesuai prioritas kebutuhan di desanya.

“Saya lihat ada kades yang lebih menggunakan dana itu untuk gusur lapangan bola kaki dari pada membangun sesuatu yang menjadi prioritas di desa itu” katanya.

Untuk itu, ke depannya ia berharap pengelolaan dana ini perlu melibatkan semua komponen masyarakat agar tepat sasaran.

“Saya harap ke depan kades libatkan masyarakat supaya dia bisa mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Atas dasar itu nanti dana desa digunakan,” pintahnya. (Ano Parman/ VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePuluhan Kades di Manggarai Belum Bisa Angkat Perangkat Desa
Next Article Sekdes Bangka Lao Tak Masuk Kantor, Ini Tanggapan Camat Ruteng

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.