Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gadis Gangguan Jiwa Ini Diperkosa, Lalu Dianiaya
HEADLINE

Gadis Gangguan Jiwa Ini Diperkosa, Lalu Dianiaya

By Redaksi26 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ngada, Vox NTT-Mawar (bukan nama sebenarnya), wanita yang menderita gangguan jiwa asal Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, diduga diperkosa oleh dua pemuda  di pelabuhan Aimere pada Selasa (25/4/2017) dini hari.

Setelah diperkosa, pelaku menganiaya korban hingga tangan bagian kananya patah serta luka memar di bagian wajah.

Kapolres Ngada, AKBP Firman Affandi kepada Voxntt.com di ruang kerjanya Rabu (26/4/2017) membenarkan kejadian itu.

Kapolres Ngada, Firman Affandy, SIK

Ia menjelaskan peristiwa pemerkosaan dan penganiayaan gadis berusia 17 tahun ini awalnya diketahui oleh seorang saksi yang hendak melintas di pelabuhan tersebut.

Ketika mendengar tangisan Mawar, saksi itu langsung mendekat dan mendapatkan korban dalam kondisi lemas.

Saksi kemudian membawa korban ke Polsek Aimere untuk melaporkan kejadian itu.

Dikatakan AKBP Firman, berdasarkan pengakuan korban terungkap bahwa dua orang pemuda yang dia kenal sebagai pelaku aksi bejat itu.

Saat ini juga pihak kepolisian sedang mencari kedua pelaku itu.

Sementara pihaknya telah membawa korban ke RSUD Bajawa untuk dilakukan visum guna melanjutkan ke proses hukum.

“Sampai saat ini dalam proses penyelidikan. Kita masih lidik dan kumpul keterangan saksi untuk mencari tahu siapa pelakukanya,” jelas Kapolres. (Arkadius Togo/VoN).

Ngada
Previous ArticleGuru Keluhkan Pencairan TPG, Ini Tanggapan Kadis PPO TTU
Next Article Kepsek Mathilda Bersama Empat Rekannya Terancam 5 Tahun Penjara

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.