Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»Begini Cara WTM Perkuat Ekonomi Petani di Mapitara Sikka
VOX POPULI

Begini Cara WTM Perkuat Ekonomi Petani di Mapitara Sikka

By Redaksi27 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Wahana Tani Mandiri punya cara lain untuk memperkuat ekonomi petani di Mapitara. 

Caranya petani tidak hanya berkutat pada usaha pertanian tetapi juga didorong untuk mengembangkan budidaya ternak khususnya ayam.

Bentuk konkrit dari upaya tersebut adalah dengan menyerahkan 202 ekor ayam kepada sejumlah kelompok tani dampingan pada Sabtu (24/6/2017) di Hebing, Kecamatan Mapitara. Masing-masing petani mendapatkan 1 ekor ayam jantan dan 2 ekor ayam betina. 

“Ini merupakan bagian dari program Peningkatan Ekonomi dan Kehidupan Pedesaan kerja sama antara WTM dan CEPF. Tujuannya memperkuat ekonomi petani melalui sektor lain di luar usaha tani” terang Koordinator Program WTM, Heribertus Naif kepada VoxNtt.Com pada Senin (26/6/2017).

Ayam yang diberikan adalah ayam lokal. Menurut Heribertus Naif, pemilihan ayam lokal dikarenakan ayam yang berasal dari luar tidak mampu menyesuaikan diri dengan iklim dan keadaan di Mapitara. 

Sebelumnya, WTM dengan bantuan CEPF telah memberikan bantuan ayam kepada petani di Glak, Desa Hale, Kecamatan Mapitara namun semua ayam dilaporkan mati.

“Dari situ kami belajar bahwa kondisi Mapitara yang terletak di lereng gunung Egon punya karakter vulkani dan karenanya ayam dari luar tidak cocok,” ungkap Heribertus.

Tidak hanya menyerahkan ayam, WTM juga menghadirkan salah satu petani sekaligus peternak yang dinilai cukup sukses dalam budidaya ayam di Sikka yakni Fransiskus Lokonbai. Lokonbai berbagi cerita dan memberikan masukan mengenai usaha budidaya ternak ayam ke para petani.

Sementara itu, salah satu petani yang menerima bantuan, Sensimus Bajo mengucapkan terima kasih kepada WTM dan CEPF. Menurutnya Ketua Kelompok Tani Rulaling, Desa Hebing tersebut kehadiran WTM sangat membantu petani.

“Semoga ayam dan teknis budidaya yang telah dibagikan kepada kami dapat kami kembangkan,” terangnya. (Are De Peskim/VoN).

Sikka
Previous ArticleDPRD Desak Kejari TTU Usut Proyek Jalan Kefa-Nunpo
Next Article Serap Aspirasi Warga, BKH Tinjau RSUD Aeramo dan Pelabuhan Marapokot Nagekeo

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.