Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Predikat WTP untuk Pemda Sikka, DPRD Sebut Wajar Tetapi ‘Polepote’
NTT NEWS

Predikat WTP untuk Pemda Sikka, DPRD Sebut Wajar Tetapi ‘Polepote’

By Redaksi13 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Ketua DPRD Sikka, Stef Say (Foto: Angga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Wakil Ketua DPRD Sikka dari partai Gerindra, Stef Say memiliki cara pandang yang berbeda terhadap predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan kepada Pemda Sikka terkait pengelolaan keuangan tahun 2016.

Ia memplesetkan WTP dengan kepanjangan ‘Wajar Tapi Polepote’. Akan tetapi, pemilik nama lengkap Fransiskus Stefanus Say tersebut menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Silahkan kamu artikan sendiri,” ujarnya kepada VoxNtt.com di ruang tunggu Bandar Udara Frans Seda Maumere, Rabu (12/7/2017).

Stef mengapresiasi predikat WTP. Menurutnya, itu merupakan bukti bahwa secara administrasi Pemda Sikka patut diacungi jempol.

Akan tetapi, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan realitas yang ada di lapangan.

“Administrasi keuangan kita oke. Tetapi bagaimana dengan realitasnya. Harus dilihat manfaat dan fungsi dari program-program yang telah dikerjakan selama tahun 2016 lalu,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu dikelabui dengan predikat WTP. Masyarakat perlu melakukan audit manfaat dan audit fungsi terhadap royek pembangunan tahun 2016.

Pasalnya ada sejumlah proyek yang terbengkalai dan tidak selesai dikerjakan. Beberapa diantaranya merupakan proyek dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia memberi contoh proyek pemasangan instalasi air minum di beberapa daerah yang menurutnya belum mencapai out come atau capaian akhir.

“Programnya pemasangan pipa. Out put yang dilaporkan adalah ada pipa terpasang dengan biaya sekian. Pertanyaannya apakah ada air atau tidak?,” imbuhnya.

Stef menyebut ada sejumlah proyek yang dapat dijadikan contoh. Proyek-proyek tersebut diantaranya Proyek Pembangunan Jembatan Waira di Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Proyek Puskesmas Glak, Proyek Pembangunan Ruas Jalan Bola-Hale, Proyek Pembangunan Kantor Camat Bola dan sejumlah proyek lain.

Menurutnya, audit fisik yang dilakukan pihak BPK menggunakan model sampling sehingga proyek-proyek yang tidak selesai secara fisik bisa luput dari audit BPK. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleBPJS Kesehatan Fasilitasi Deteksi Dini Kanker Serviks di Sikka
Next Article Gugatan Sengketa Tanah Puni Dicabut Tim Kuasa Hukum

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026

SDK Lewe Gelar Perkemahan Pramuka Sambut HUT ke-65

13 Agustus 2026

Serap Aspirasi Warga Papagarang, Hasanudin Minta Pemerintah Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

13 Agustus 2026

Pramuka Manggarai Barat Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

13 Agustus 2026

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.