Para atlet yang meraih jura pada O2SN Tingkat Provinsi NTT Tahun 2017

Maumere, Vox NTT- Kabupaten Sikka meraih juara umum dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Tingkat Propinsi NTT di Kupang.

Dalam O2SN yang digelar dari 25-28 Juli 2017 di Kupang tersebut, Sikka meraih 5 emas dari cabang silat, atletik dan renang.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran (SMKP) Yappen Rays Maumere, Oktavianus Nua yang memimpin kontingen Sikka menyampaikan hal tersebut kepada VoxNtt.com, Jumat (28/7/2017).

Oktavianus mengatakan untuk O2SN Tingkat Provinsi NTT tahun ini, Sikka diwakili oleh 3 SMK yakni SMKP Yappen Rays Maumere, SMKP Bina Maritim Maumere, SMK Negeri 2 Maumere dan SMKN 3 Maumere.

Para atlet yang meraih emas tersebut antara lain Frids Leonardo Lao dari SMKP Yappen Rays meraih emas untuk cabang silat tanding putra kelas D dan Mariana Cindriana Isabel dari SMKP Bina Maritim meraih emas cabang silat tunggal putri.

Selain itu, ada juga raihan emas dari cabang renang putra gaya bebas 100 m atas nama Muhammad Firman dari SMKN 2 Maumere.

Perolehan emas dari cabang atletik 100 m dan 800 m disumbangkan oleh Antonius Candra Mudakh dari SMKN 3 Maumere.

“Para atlet yang dikirim ke Kupang merupakan hasil seleksi di Kabupaten Sikka. Selanjutnya mereka akan diikutsertakan dalam O2SN Tingkat Nasional di Jambi pada Oktober 2017 nanti,” ujar Oktavianus.

Ketika ditanya perihal biaya pemberangkatan para atlet dan pendamping, Oktavianus menerangkan tidak ada pembiayaan dari Pemprov NTT.

Oleh karenanya masing-masing sekolah membiayai atlet dan pendampinya.

Kelapa UPT Wilayah IX Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Andre Q. Silva membenarkan hal tersebut.

Andre yang sedang berada di Kupang tersebut mengatakan dirinya puas dengan capaian para atlet asal Kabupaten Sikka.

Dirinya menghimbau para atlet agar terus berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti O2SN Tingkat Nasional nanti.

Sementara itu, terkait tidak adanya biaya dari Pemprov NTT untuk para atlet dan pendamping, Andre mengaku pihaknya belum memiliki biaya untuk itu.

Oleh karenanya masing-masing sekolah yang mengirimkan atlet dianjurkan untuk menggunakan Dana BOS.

“Kami hanya mengeluarkan surat tugas untuk para guru yang mendampingi. Soal biaya memang semua pendanaan yang berkaitan dengan lomba-lomba menggunakan Dana BOS,” terangnya. (Are De Peskim/AA/VoN)

alterntif text