Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»DPRD Soroti Penempatan Guru di Nagekeo
VOX GURU

DPRD Soroti Penempatan Guru di Nagekeo

By Redaksi1 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- DPRD Nagekeo menyoroti penyebaran guru di kabupaten itu yang tidak merata.

Anggota DPRD Nagekeo, Antonius Moti mengatakan belum meratanya penyebaran guru-guru antara kota dan desa akan mempengaruhi mutu pendidikan.

“Kami lihat (Dinas) P dan K dan BKD terkait penempatan atau penertiban SK PNS tenaga pendidik (tidak merata). Hal ini harus menjadi perhatian serius,” Antonius Moti kepada VoxNtt.com di Mbay, Selasa (1/8/2017), Sore.

Dia mencontohkan, beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Nagekeo hingga kini masih kekurangan guru.

Misalnya sebut Ketua Fraksi Golkar DPRD Nagekeo itu, di SDN Lambo Kecamatan Aesesa, dan beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Keo Tengah ditemukan kekosongan guru matematika dan beberapa guru mata pelajaran lainnya.

Itu terjadi karena guru sebelumnya yang mengajar di sekolah tersebut telah pindahkan ke sekolah lain.

Sedangkan guru yang dipindahkan ke sekolah tersebut bukan mendatangkan guru matematika tetapi malah guru agama.

Antonius menegaskan, BKD dan Dinas Pendidikan seharusnya menempatkan guru sesuai proporsinya di sekolah yang membutuhkan.

“Kasih pindah guru matematika, datangkan Guru agama. Inikan sangat lucu. Yang jelasnya akan terjadi kekosongan guru matematika di sekolah itu,” tukas dia.

Konsekuensi lain lanjut Antonius, penyebaran guru yang tidak merata tersebut akan mempengaruhi pemerataan peningkatan mutu SDM di kota dan desa-desa.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan VoxNtt.com belum berhasil mengonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD Nagekeo.‎ (Arkadius Togo/AA/VoN)

Nagekeo
Previous ArticleDPRD Manggarai Cium Aroma Kejanggalan Proyek di Pacuan Kuda-Dalo
Next Article Ternak Masih Keliaran di Kompleks Perkantoran Pemkab Nagekeo

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.