Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Kepsek SDI Wae Paci Lamba Leda Diduga Lakukan Pungli Dana PIP
VOX GURU

Kepsek SDI Wae Paci Lamba Leda Diduga Lakukan Pungli Dana PIP

By Redaksi11 Agustus 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Dana PIP
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Wae Paci Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Mateus Nabu diduga melakukan pungutan liar (Pungli) dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun 2015 dan 2016.

Salah satu orangtua siswa yang meminta namanya tidak dimediakan mengatakan hal tersebut kepada VoxNtt.com di Borong, Jumat (11/10/2017).

Sumber itu mengungkapkan, pada tahun 2015 Kepsek Mateus memungut uang sejumlah Rp 100 ribu dan pada tahun 2016 sebesar 75 ribu.

Anehnya lanjut orangtua siswa itu, uang tersebut sudah diserahkan,  namun sampai hari ini dananya tidak kunjung muncul.

Padahal, menurut Kepsek Mateus uang itu dikumpulkan agar pencairan dana bantuan PIP cepat diproses.

Karenanya, sumber itu meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis PK) Matim segera mendesak Kepsek SDI Wae Paci agar mengembalikan uang orangtua siswa yang telah dikumpulkan dalam rangka urusan administasi dana bantuan PIP.

Sementara Kepsek SDI Wae Paci, Mateus Nabu saat dikonfirmasi VoxNtt.com lewat telepon membantah  telah memungut uang kepada orangtua siswa.

“Itu semua omong kosong,” tegas Kepsek Mateus. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleKelompok Awam Keuskupan Ruteng Tanggapi Penunjukan Visitator Apostolik
Next Article Cegah Korupsi, Kepala OPD di Mabar Tanda Tangan Pakta Integritas

Related Posts

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Latih Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese Tarian Sae Tiba Meka

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.