Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Rusak Citra Pariwisata, Sampah Bertebaran Setiap Pintu Masuk Kota Ende
HEADLINE

Rusak Citra Pariwisata, Sampah Bertebaran Setiap Pintu Masuk Kota Ende

By Redaksi30 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sampah bertebaran di Desa Rukuramba, Kecamatan Ende yang merupakan pintu masuk menuju Kota Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Upaya memperbaiki perilaku membuang sampah pada tempatnya masih jauh panggang dari api.

Kabupaten Ende, NTT misalnya, selama ini gencar mempromosikan potensi wisata justru menaruh perhatian yang miris.

Bagaimana tidak, tumpukan sampah menjadi pemandangan yang buruk setiap pintu masuk kota Ende.

Seperti halnya, di KM 15 jalan negara Ende-Maumere, terlihat beberapa titik tumpukan sampah.

Padahal, tempat itu bukan merupakan tempat pembuangan akhir.

Berbagai jenis sampah yang sebagiannya bertebaran merusak pemandangan. Mulai dari sampah pelastik, sampah kertas, sampah kaca hingga sampah pembalut.

Selain merusak pemandangan, aroma tak sedap pun tercium disana.

Begitu pula tumpukan sampah sebelah barat wilayah kota Ende persis di daerah perbatasan Desa Rukuramba Kecamatan Ende.

Sampah bertebaran di bibir jalan hingga dibuang ke tepi laut. Bau amis juga tercium disana.

Kondisi ini dianggap sangat mempengaruhi terhadap pengunjung yang hendak ke Ende. Apalagi bagi wisatawan.

Faisal seorang warga asal Desa Rukuramba mengaku, pembuangan sampah kerap berasal dari wilayah Kota Ende.

Ia pernah menyaksikan pembuangan barang bekas menggunakan mobil jenis pickup.

“Biasa malam-malam mereka sengaja parkir dan buang sampah di pinggir jalan. Saya pernah melihat,”kata Faisal polos saat ditemui di Rukuramba, Nangaba, Senin (30/10/2017) pagi.

Bagi masyarakat Rukuramba, jelas Faisal, sampah kerap dilakukan dengan cara bakar dan atau dikubur. Tidak dibuang di pinggir jalan maupun di bibir pantai.

“(Kami) biasanya kubur. Kalau tidak kami bakar untuk sampah yang kering,”ujar dia.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleSaksikan Caci, Guru Asal Manggarai Timur Mengaku Rindu Kampung
Next Article Kapal yang Diduga Muat Barang Ilegal Ditahan, Bea Cukai Masih Tutup Informasi

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.