Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Enam Desa di Ende Krisis Air Bersih
Regional NTT

Enam Desa di Ende Krisis Air Bersih

By Redaksi31 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Air bersih yang dialirkan melalui talang bambu di Desa Detunawu Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, NTT. Nampak air mengalir kecil karena dampak kekeringan. (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Informasi yang dihimpun media ini, Selasa (31/10/2017) sebanyak enam desa di Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, NTT mengalami krisis air bersih.

Keenam desa dimaksud yakni Desa Detunawu, Desa Nggesa Biri, Desa Unggu, Desa Watunggere dan Desa Maurole Selatan.

Fabianus Sani, Warga Desa Unggu menuturkan, krisis air bersih terjadi sepanjang musim kemarau tahun ini.

Keenam desa itu, rata-rata krisis air bersih yang dipergunakan untuk MCK.

Selama ini, jelas Sani, masyarakat hanya menggunakan air sumur untuk masak. Sedangkan untuk MCK, warga enam desa hanya meminimalisir pasokan air yang ada.

“Hanya satu (sumur, red) saja yang kami pakai. Ya, dengan cara irit supaya bisa untuk mandi dan cuci,”katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa pagi.

Ia menjelaskan, pasokan air yang sedikit menjamin hanya warga Desa Detunawu. Itupun hanya digunakan untuk masak saja.

“Mereka pakai talang bambu dari mata air. Tapi debit air juga sudah berkurang,”tutur Sani.

Mengatasi itu, kata Sani, Pemerintah Desa sudah menyumbang tempat penampung air atau viber. Viber digunakan untuk menampung air hujan.

Kepala Desa Watunggere, Polikarpus Kota membenarkan kekurangan air bersih di beberapa wilayah Kecamatan Detukeli.

Menurut dia, mayoritas masyarakat yang terdampak bencana kekeringan ini berada pada wilayah Selatan. Termasuk wilayah puncak bukit Detukeli.

Selain bencana kekeringan, kata dia, perilaku masyarakat yang merusak instalasi perpipaan menjadi masalah serius.

Akibatnya, masyarakat harus menempuh beberapa kilometer untuk mendapatkan air minum.

“Kita guna dua mata air, Pha dan Lowo Ndoko. Ya, bisa tahan sampai musim hujan nanti. Tapi, perilaku masyarakat (merukas pipa) ini yang masalah,”katanya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleTahun 2017, Ini Kegiatan PKK Kabupaten Manggarai
Next Article Tawuran Antar Pemuda Umanen Belu Telan Korban Jiwa

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.