Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tidak Bayar Uang Sekolah, Siswa-siswi SMKN 1 Poco Ranaka Diusir Tidak Ikut Ujian
NTT NEWS

Tidak Bayar Uang Sekolah, Siswa-siswi SMKN 1 Poco Ranaka Diusir Tidak Ikut Ujian

By Redaksi4 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi uang komite
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Puluhan siswa-siswi SMK Negeri 1 Poco Ranaka- Mano, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) terpaksa harus menelan pil pahit.

Kabarnya, mereka tidak bisa mengikuti ujian semester karena diusir pihak SMK Negeri 1 Poco Ranaka. Para siswa diusir lantaran tidak membayar uang sekolah.

Agus Uruk, salah satu orangtua siswa kepada VoxNtt.com melalui messenger, Senin (04/11/2017), mengaku sangat menyayangkan banyak siswa SMK Negeri 1 Poco Ranaka kini tidak bisa mengikuti ujian semester.

Itu karena tidak bisa membayar uang komite sebesar Rp 1.200.000 setiap siswa pertahun.

“Banyak yang diusir. Ada yang sudah pulang kampung ada juga yang masih bertahan di asramanya masing-masing. Kasian sekali mereka. Gara-gara uang semangat dan impian mereka untuk mengikuti ujian sudah pupus,” ujar Agus.

Sebagai orangtua murid, dirinya merasa prihatin dengan apa yang dialami siswa-siswi di sekolah itu.

“Mungkin ada kebijakan lain selain usir mereka dari sekolah,” kata Agus.

Dia sendiri mengaku tidak menyalahkan siapa pun dalam kasus tersebut. Hanya saja perasaan perihatin semata lantaran murid menjadi korban tidak mengikuti ujian semester.

Menurut Agus, kenyataan ini menjadi refleksi dan catatan penting bagi pemerintah untuk lebih serius menangani pendidikan, khususnya pendidikan menengah atas.

“Harapannya dinas atau UPTD dinas PK (Pendidikan dan Kebudayaan) provinsi (NTT) bisa mengetahui soal ini. Sehingga bisa dicarikan solusinya. Kasian anak-anak,” tukas dia.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis pihak SMKN 1 Poco Ranaka belum berhasil dikonfirmasi.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleCurah Hujan Tinggi, Sawah di Desa Waepana Terendam Banjir
Next Article Wabup TTU: Pembangunan Taman Doa Harus Perhatikan Perda RTH

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.